Puisi P.2.0. Bu Kanjeng no 98-105



 TANJUNG WAKA
#bu kanjeng

ujung sulabesi
pantai menyapa
gemulai 
tarian ombak
irama angin
langit biru 
bawah lautmu
lukisan ilahi

Tanjung Waka, 26022023
#P.2.0
#99

SEPANJANG PANTAI
#bu kanjeng

pandan laut 
bergoyang 
gelitik angin
akar terjuntai 
eksotik 
tetap tegak
menghadapi 
ganasnya ombak
tandai usiamu
tergerus zaman

Tanjung Waka, 26022023
#P.2.0
#100

DURIAN TALIABU
#bu kanjeng

bulat kecil
berduri
nama dan rasa itu
melegenda 
aroma khasmu
perjumpaan ini 
meleburkan rindu.

Sanana, 27022023
#P.2.0
#101

PISANG SEPATU
#bu kanjeng

kuning
cantik menggairahkan 
terlihat menantang 
di sepanjang jalan
kuhampiri
dan
digoreng 
dicocol
sambal roa
disantap
bersama keluarga 
saat 
senja merona

Sanana, 27022023
#P.2.0
#102

JEMBATAN
#bu kanjeng

biru kuning
warnamu
begitu banyak
temanmu
yang
kulintasi
menuju tanjung waka
jarakmu
begitu dekat
dengan 
bibir pantai 
tenang dan 
damai

Tanjung Waka, 26 02 2023
#P.2.0
#103

PANTAI
#bu kanjeng

riak ombak
menyapa ceria
sepenggal sore
bercengkrama 
bersama 
kekasih tercinta
terdengar 
irama jedak jeduk
mengajak
berdendang 
nutrisi hati
nan bergizi

Sanana, 28 02 2023
#P.2.0
#104

 KOLE- KOLE
# bu kanjeng

laut tenang
senyuman ombak
membawamu 
ke ujung pulau
mendayung
ke kanan ke kiri
ikuti irama hati
semangat hidup 
orang bahari

Sanana, 28 02 2023 
#. P.2.0
#105

Post a Comment

9 Comments

  1. Sangat produktif...tak salah kalau digelari Ratu Literasi...
    Selamat nggih Bunda...

    ReplyDelete
  2. Sampai hari ini angka 105 belum.tertandingi oleh penulis puisi 2.0 laìnnya.....semangat dan lanjut Bu ke tahap lebih tinggi.....baik dalam diksi.majas dan maknanya.

    ReplyDelete