MOVING FOR EVERYTHING (20)



Oleh:Sri Sugiastuti

Setiap orang boleh merencanakan apa yang diinginkan. Merancang dengan efisien setiap menit yang bisa diniatkan untuk ibadah. Begitu juga dengan bu Kanjeng. Apa yang akan dikerjakan sudah punya jadwal sesuai dengan mobilitasnya.

Begitulah egiatan Bu Kanjeng yang sempat tertulis di buku hariannya. Kesempatan silahturahmi dengan traveling lalu bergerak dari satu kegiatan lanjut kegiatan yang lain. Sangat tidak mungkin dilaksanakan di saat dunia melawan Corona.

Sabtu dan Ahad memang jadi hari yang istimewa untuk berbagi, Silahturahmi dan ngebolang. Seperti akhir Juli 2019 ditutup dengan kegiatan di UNNES dan Ungaran.

Mengawali weekend bulan Agustus sudah antri kegiatan yang akan dijalani. Sebenarnya yang paling utama ia ingin menengok dua sahabatnya yang sakit. Mereka ada di Jakarta. Keduanya dalam perawatan dokter di RSCM.

Bu Kanjeng ingat hadis yang mudah dijalankan, salah satunya : "Mengunjungi dan menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya."

Bu Kanjeng mencatat bahwa:" Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung,

serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya."

Sayangnya bu Kanjeng susah ngatur jadwal mengingat jarak Solo - Jakarta lumayan jauh. Butuh waktu lama untuk sampai ke Jakarta. Jadwal weekend bukan Agustus sudah full ada Outbond dengan guru karyawan, ada temu kangen dengan teman kuliah. Lanjut weekend berikut acara idul adha, sambung acara peringatan Hut RI dan weekend terakhir untuk acara keluarga besar. Salah satunya peringatan 1000 hari Bulik.

Di tengah acara padat merayap di bulan Agustus selalu ada orang yang digerakkan hatinya mengubah jadwal bu Kanjeng. Tetiba datang tamu dari Kupang sahabatnya. Ia salah satu pengurus PGRI, mengajak ke Jakarta untuk menghadiri resepsi orang penting. Bu Kanjeng tak bisa menolak. Bila diizinkan pak Kanjeng, oke-oke saja. Alhamdulillah izin didapatkan.

Kodratullah proses beli tiket online lancar. Yes Sabtu sore berangkat, Ahad malam balik ke Solo. Cukup membatalkan satu acara di malam Ahad. Tetapi itu cuma rencana. Kenyataannya hari Jumat pihak Lion mengubah jadwal penerbangan jadi pagi pukul 09.45. Ini waktu yang tanggung pikir bu Kanjeng.

Bu Kanjeng akan kehilangan dua kegiatan bila berangkat sabtu pagi. Tetapi ia tidak mau waktu 24 jam itu ada yang sia-sia. Otaknya langsung kerja. Ia harus rescedule kalau terpaksa refund pun oke. Yang dikerjakan pertama mengajukan refund. Setelah refund berhasil ia pesan tiket untuk penerbangan paling pagi. Pukul  6.10-7-10.

Acara di Jakarta pun dirancang. Ia tak ingin kunjungannya ke jakarta dengan ongkos mahal itu mubazir atau kurang efektif. Bu Kanjeng ingat dua temannya yang sedang sakit. Bu Kanjeng harus bisa memanfaatkan waktu yang ada. Ia tak ingin waktunya tidak efektif.

Ada lagi yang menguatkan kepergiannya ke Jakarta. yaitu hadis

Rasulullah  "Apabila seseorang menjenguk saudaranya muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Bu Kanjeng semakin bersemangat. Sebelum subuh ia sudah di bandara Adi Sumarmo, bahkan pintu pagar bandara pun masih ditutup. Ia merasa bersyukur. Lion air si Raja delay kali ini on schedule. Landed manis di Soeta pukul 07.10 membuat bu Kanjeng bernapas lega.

Pukul 10.00 dia dan temannya sudah bersiap meluncur ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjenguk sohib smpnya yang dirawat karena stroke ringan. Berada di RSCM melihat langsung kesibukan juga megahnya RS rujukan nasional sekaligus sebagai RS tertua di Jakarta yang menyimpan kenangan di saat kecilnya.
Dan yang terpenting bu Kanjeng lebih bersyukur dengan kondisinya yang diberi nikmat sehat dan sempat.

Tak ada yang sia-sia bila semua diniatkan ibadah karena Allah. Ini sekaligus hiburan untuk yang sakit ada kalimat indah dalam sebuah doa

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).

Bisa juga dengan doa : "Aku memohon kepadan Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud)

Setelah pulang dari RSCM ternyata masih ada lagi satu kunjungan ke rumah teman yang sakit dengan kondisi lebih parah. Jarak bukan masalah. Ia termotivasi dengan hadis di atas dan juga ingat dengan miracle of Silahturahmi.Bu Kanjeng semangat ingin menjenguk sekaligus meminta maaf mungkin ia punya salah kepada temannya.

Bu Kanjeng yang cepat baper, dibuat kaget dengan kondisi terakhir sohibnya yang telah berjuang untuk bertahan dan semakin menurun daya tahannya. Hanya Allah yang memutuskan mana yang terbaik untuknya.

Pelukan pijatan dan juga permintaannya untuk dikerokin sudah dilakukan tak lupa doa terbaik bu Kanjeng panjatkan. Kapan Sohibnya akan sembuh atau kapan ia akan dipanggil itu hak priogratif Allah.

Bu Kanjeng megenang semua kegiatannya saat ia bisa mobile memanfaatkan waktu yang dimiliki. Ketika ada nikmat sehat dan sempat. Sekarang ia harus patuh denagn kebijakan diam di rumah untuk melawan Corona. Ya sudah hampir 1 bulan lebih sejak ia pulang dari Kupang. Kegiatan traveling dan silahturahmi luring dilupakan sesaat.

Catatan ini bisa jadi bukti bahwa saat tidak ada Corona Bu Kanjeng bisa Moving For Everyting but now stay at home, work from home and enjoy herself.

#Duniamelawan corona
#PSBB
#Soloraya28042020


Bersambung

Comments

  1. Replies
    1. Untuk sementara lupakan traveling dan silaturahmi langsung

      Delete
  2. Menulis dari pengalaman yang dipadu ilmu keagamaan dan implementasinya. Keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setidaknya ada jejak dan jadi catatan tersendiri. Apa yang dikerjakan tidak sia-sia

      Delete
  3. Mantul bunda...
    Semoga bunda selalu dilindungi Allah SWT
    Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin YRA. Untuk sementara hobi traveling dan silaturahmi dipending dulu

      Delete
  4. Hebat bu kanjeng...semoga corona cepat berlalu. Bisa lanjut travellingnya

    ReplyDelete
  5. Mantap bunda....
    Sangat menginspirasi.
    Semoga niat² baik, segera dapat terlaksana.

    ReplyDelete
  6. Pemahanan nilai-nilai kehidupan yang mendalam dan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Tulisan yang Inspiratif bu Astuti..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

AWAS PENIPUAN ONLINE SAAT PANDEMI (30)