Posts

GURU MUDA YANG DICINTA

Image
GURU MUDA YANG DICINTA Oleh Srigiastuti “ Guru biasa memberitahukan,  Guru baik menjelaskan, Guru ulung memeragakan, Guru hebat mengilhami.” Kalimat bijak di atas digunakan Bu Kanjeng untuk selalu belajar dan menata diri agar bisa menjadi guru yang sadar bagaimana ia harus terus mengupgrade diri agar menjadi guru yang baik.Prestasi Bu Kanjeng memang belum ada yang dibanggakan.  Tetapi Bu Kanjeng sadar bahwa ia punya potensi silahturahmi yang kuat. Itulah sebabnya ia  selalu dikenang oeh alumni atau mantan siswanya.  Menjadi seorang guru di zaman kolonial bukanlah profesi yang didamba, profesi itu hanya sebagai pelarian dari pada nganggur atau tidak punya pekerjaan lain. Ironisnya lagi Iwan Fals, mengabadikan dalam sebuah lagu berjudul Omar Bakri. Sosok guru yang akrab dengan sepeda onthel sikap sederhana dan bersahaja tetapi penuh tanggung jawab dan dedikasi.  Bu Kanjeng yang berprosesi sebagai guru di pertengahan tahun 1985  dan akan berakhir di bulan April 2021 punya bany

MENGENAL DUNIA HERBAL

Image
Mengenal Dunia Herbal Oleh: Sri Sugiastuti " Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara: 80). Ketika Bu Kanjeng sakit dan jeda tidak menulis, rasanya ada sesuatu yang hilang. Begitu banyak ide yang bermunculan sementara ia tak berdaya untuk menulis. Memang kalau dipaksakan bisa tetapi ia tidak mau menzalimi tubuhnya yang rasanya tak karuan. Kepala pening, perut mual, demam tinggi, mulut terasa pahit dan sering sendawa tanpa sebab.  Begitulah Allah yang maha baik memaksa Bu Kanjeng untuk menikmati cara Allah menyayanginya. Ikhtiar untuk sembuh pasti dijalani. Medis akupresure, menjaga makanan, istirahat dan mengkonsumsi herbal. Pak Kanjeng yang paling sibuk dengan berbagai buku referensi pengobatan herbal yang dimiliki. Pak Kanjeng bukan hanya punya bukunya tetapi beliau juga menanam banyak tanaman herbal.Ada delima, lidah buaya, binahong, angkung, atau gendola, daun mint, daun anting- anting, pohon kitolod, dewandaru, jinten hijau,

DIEGO MARADONA

Image
Diego Maradona  Oleh: Sri Sugiastuti  Buenos Aires - Diego Maradona, sang legenda sepakbola dunia itu tutup usia. Sabtu pagi Bu Kanjeng baru " Nggeh" ternyata  Diego Maradona meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) malam WIB  karena mengalami henti jantung (cardiac arrest). Pemain Legendaris sepakbola asal Argentina itu wafat di usia 60 tahun. Lalu apa hubungannya dengan Bu Kanjeng?  Bu Kanjeng mengenalnya sebatas pemain sepak bola dunia yang sukses dan punya harta berlimpah. Sepertinya Allah memberi ketenaran, rezeki dan segalanya yang melenakan. Maradona selalu disebut sebagai salah satu talenta terbaik dalam sejarah sepakbola dunia. Dia juga yang membawa Argentina memenangi Piala Dunia 1986 lewat aksi 'tangan Tuhan', itu pula jadi terakhir kalinya La Albiceleste juara hingga saat ini. Total, Maradona mengemas 326 pertandingan dan mencetak 150 gol. Diego Maradona dikebumikan di pemakaman Bella Vista, di pinggiran ibu kota Buenos Aires. Pemerintah Argentin

ALLAH MAHA BAIK (2)

Image
Allah Maha Baik (2) Sri Sugiastuti  Alhamdulillah. Allah Maha Baik. Tanggal 25 November 2020 ada email masuk dari Penerbit Andi Yogyakarta.  Email yang sudah lama ditunggu Bu Kanjeng.  Bu Kanjeng baru sempat membaca berita gembira  itu tanggal 27 November 2020. Naskah buku "Bahasa Inggris Itu Mudah" akhirnya berhasil lolos setelah diajukan tim editor Penerbit Andi setelah sekian lama dalam penantian. Pandemi memang mengubah segalanya. Dunia perbukuan sempat dibuat mati suri. Geliat Penerbit Mayor dengan berbagai terobosan akhirnya berbuah manis. Harapan Bu Kanjeng meninggalkan jejak lewat tulisan, pemikiran dan ikhtiar agar generasi di Indonesia menjadi generasi pembelajar, santun dan bermartabat dengan menyukai bahasa Inggris menjadi kenyataan. Bu Kanjeng menyusun Buku Bahasa Inggris Itu Mudah dengan tujuan agar  Bahasa Inggris bukan menjadi mata pelajaran yang menakutkan tetapi untuk pemula, orang tua, guru dan pemerhati pendidikan justru sebagai landasan betapa

Allah Maha Baik

Image
Allah Maha Baik Sri Sugiastuti Bu Kanjeng akhirnya tepar. Sejak tanggal 12 November 2020 Pak Kanjeng sempat dibuat panik ketika suhu badan Bu Kanjeng  mencapai 38.7 Celcius. Sementara Bu Kanjeng tenang saja. Dia hanya minta dipijat da dikerok. Padahal seluruh tubuhnya sudah terasa sakit semua. Perut mual dan mulut terasa pahit. Sore hari Bu Kanjeng baru ke dokter keluarga  dan akhirnya dirujuk ke RS Brayat Minulyo. Ditangani dokter UGD  disuntik anti nyeri, anti mual dan demam. 3 jam di UGD karena tidak ada kamar cukup  rawat jalan. Pagi Bu Kanjeng masih beraktivitas di sekolah karena PAS sedang berlangsung. Apa yang harus segera  diselesaikan  harus diselesaikan. Obat dari dokter tetap diminum. Cuma rasa pusing mual dan mulut pahit tak mau pergi. Sementara tanggal 14.November 2020 Bu Kanjeng harus Ke Bekasi. Ada acara yang tidak bisa diwakilkan. Solo- Bekasi cukup ditempuh 7 jam dengan kecepatan  rata- rata 150 km perjam. Bermalam  di Patraland Urbano bisa ketemu Bu Me

Mamas Kancil dan Raja Singa

Image
Sri Sugiastuti Hari ini sangat cerah. Matahari menyinari bumi dengan kasih sayangnya. Semua penghuni bumi mensyukurinya. Ada tumbuhan yang sedang memasak.  Ada Pak tani yang menggarap sawahnya. Terlihat Kancil dan teman-temannya sedang belajar. Mereka belajar dengan gembira di bawah pohon yang rindang. “Ayo, kita harus semangat teman, seminggu lagi kita akan berlomba di kampung hutan sebelah sana,” teriak Mamas Kancil yang paling tua. Salah satu Kancil ada yang mulai mengantuk. Ada juga yang merasa lapar. Mereka kembali konsentrasi belajar setelah Mamas Kancil menyemangati “Besok kalau menang lomba hadiahnya apa, ya?” tanya Dedek Kancil yang baru pertama kali ikut lomba. “Kita akan dapat piala yang besar, juga akan diajak jalan-jalan ke pantai,” jawab Mamas Kancil. “Asyik-asyik!” sorak  gembira para kancil yang sedang belajar. “Ayo, jawab satu pertanyaan lagi, ya!” pinta Mamas Kancil “Siap!”  “Siapa yang menjadi raja di hutan ini?” “Gajah yang badannya besar,” jawab  Acil K
Image
* Oleh: Sri Sugiastuti Anak ini masih seperti 5 tahun yang lalu. Dekil kurus dan terlihat kacau pikirannya. Hari ini dia menemui saya untuk meminta surat keterangan bahwa ia belum ambil ijazah karena masih ada kewajiban yang harus dibayar. Nominalnya tidak sampai 5 juta. Tapi bagaimana ia mendapatkan uang itu yang membuat saya mules dan menitikkan airmata. Oh dunia betapa kejam mendera. Padahal ia hanya yipuan semata.  Demi selembar ijazah demi masa depan yang lebih baik dari saat ini, ia rela menebusnya dengan hilangnya kebebasan yang ia miliki selama 5 bulan. Perjanjian atau kontrak kerja macam apa ini. Hati, logika dan perasaan nano- nano mengaduk-aduk sanubari saya yang paling dalam.  Rasa ingin tahu sekaligus keprihatinan yang dalam, plus bingung harus berbuat apa. Sementara orang yang paling dekat dengan dirinya pun mengizinkan apa yang diputuskan anak tersebut. Walaupun usianya sudah 25 tahun tetap ia adalah mantan siswa saya yang hari ini berniat mengambil ijasahnya