Friday, July 10, 2020

MINDSET BERSYUKUR IS EVERYTHING


                             


                                 Sri Sugiastuti

Hamba Allah yang beriman di dalam mindsetnya selalu ada rasa syukur yang diwujudkan dalam setiap kegiatan yang ia lakukan. Ia mensyukuri semua nikmat dan anugerah yang sudah diberikan Allah SWT kepadsnya. Karena jelas-jelas di dalam AlQuran diingatkan, dan ditunjukkan bahwa dilarang mengkufuri nikmat-Nya.

Ada janji Allah untuk hamba-Nya yang bersyukur. Dia menjanjikan balasan yang lebih baik, kenikmatan yang bertambah, dan menjaga nikmat - nikmat yang telah Dia berikan. Allah sangat sayang pada hamba - Nya.  Dia turunkan ayat-ayat tentang pentingnya bersyukur, agar kita lebih banyak mendapat kebaikan karena taat pada-Nya.. Beberapa cuplikan ayat ini bagian dari bukti bahwa Allah sangat memperhatikan hamba-Nya yang bersyukur

“Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. An-Nahl: 114).

Firman-Nya yang lain,

“Bersyukurlah kalian kepada-Ku dan janganlah kalian kufur.” (QS. Al-Baqarah: 152).

“maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-Ankabut: 17).

Allah Ta’ala menggandengkan syukur dengan keimanan dan Allah juga mengabarkan tidak akan mengadzab hamba-hamba-Nya selama mereka bersyukur dan beriman kepada-Nya.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7).

Hamba  Allah yang cerdas pasti memahami bahwa  sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membagi keadaan manusia menjadi dua golongan: orang yang bersyukur dan orang yang kufur. Dia membenci segala sesuatu terkait kekufuran dan mencintai segala sesuatu terkait rasa syukur. Tentang keadaan manusia ini, Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS. Al-Insan: 3).

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu…” (QS. Az-Zumar: 7).

Masih banyak ayat-ayat tentang bersyukur untuk penguat iman dan benteng hidup ketika menjalankan paket kehidupan yang Allah berikan.

 “Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS. Luqman: 12).

“Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS. An-Naml: 40).

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa musuh Allah, iblis, memiliki tujuan tertinggi yaitu menjadikan manusia sebagai hamba yang tidak bersyukur.

Perhatikan ayat-ayat berikut ini

“Akan tetapi kebanyaan manusia tidak bersyukur.” (QS. Yusuf: 38).

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78).

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashas: 73).

“Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 14).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang serupa dengan ayat-ayat di atas.

Syukur adalah jalan hidupnya para nabi, orang-orang istimewa dari kalangan orang-orang yang dekat dengan-Nya. Allah Ta’ala telah memuji Nuh, Rasul pertama yang Dia utus, dengan firman-Nya,

“(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.” (QS. Al-Isra: 3).

Allah sebut “anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh” karena seluruh para Nabi adalah keturunan Nabi Nuh. Nabi Nuh adalah bapak manusia yang kedua, setelah Nabi Adam. Karena saat terjadi banjir di zaman Nabi Nuh, tidak tersisa keturunan manusia manapun keculi dari keturunan Nabi Nuh.

“Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.” (QS. Ash-Shaffat: 77).

Memperhatikan banyaknya perintah untuk bersyukur maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa prinsip dari bersyukur. Ada ketundukan orang yang bersyukur kepada yang memberi yaitu Allah SWT. Mencintai sang pemberi rasa syukur itu. Mengakui nikmat yang sudah dirasakan. Lalu memuji sang pemberi dengan taat pada aturan-Nya. Dan yang tidak kalah penting jangan menyalahgunakan kenikmatan yang sudah diberikan untuk hal-hal yang dibenci Allah.

Prinsip tersebut harus dijaga, bila ada yang lepas atau mulai melenceng maka rusaklah pondasi juga bangunan rasa atau keimanan rasa syukur itu yang sudah dijalankan.

Pada prinsipnya hati yang tunduk dan tenang dalam mencintai-Nya. Lisan yang mengakui-Nya dengan mengucapkan pujian. Dan anggota badan merealisasikan ketaatan kepada-Nya.

 Semoga kita menjadi hamba Allah yang mencintai-Nya. Aamiin YRA.

 

Belajar untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun


Monday, July 6, 2020

MENGAPA FAKIR INSPIRASI ?

                                                                                                        

 

Mengapa Bu Kanjeng berkesulitan membangkitkan inspirasi saat itu?Bu Kanjeng sadari, itu bukan karena ia kurang keliling ke tempat-tempat tertentu, melainkan ia belum banyak bekal pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan kebiasaan "iqra'. " 

Bu Kanjeng kurang membaca buku, koran, majalah, blog, membaca manusia dan kehidupan. Saat itu Bu Kanjeng belum memenuhi syarat utama jadi penulis. Ya, ia belum rakus membaca, belum gila memburu informasi sebanyak-banyaknya.

 Lalu apa yang harus Bu Kanjeng lakukan? Ia harus menyadari bahwa di saat ia belum mendapatkan inspirasi untuk menulis, ia harus berusaha agar blognya terisi dengan tulisan yang bermanfaat untuk dirinya sendiri juga untuk orang lain.

 ​Karena Bu Kanjeng sadar kalau ia fakir inspirasi, jadi ia berpikir serius bagaimana mendatangkan inspirasi menulis. Kadang justru inspirasi datang saat kebingungan, inspirasi yang sebelumnya sudah menari-nari di benaknya malah pergi entah kemana.

 Disadari atau tidak sebenarnya inspirasi tidak datang begitu saja. Tetapi harus mencarinya. Lalu mencarinya kemana? Karena inspirasi itu ada dimana-mana. Bu Kanjeng tinggal menjemputnya. Lalu cara menjemputnya bagaimana? Ia tak ingin fakir inspirasi. Ia ingin menulis dan menjemputnya.

 Dalam memperkaya inspirasi dan tidak kehabisan ide saat menulis Bu Kanjeng harus punya wadah yang namanya Keranjang kreatif. Keranjang itu digunakan untuk menampung ide atau inspirasi yang sering datang tiba-tiba tanpa dicari.

 Agar inspirasi itu muncul. Pikiran harus tenang dan nyaman.

Ide menulis yang ada di keranjang kreatif dikeluarkan dan mulailah menulis dengan tenang tetapi fokus dan serius. Bu Kanjeng tidak memilih ide terbaik yang butuh waktu lama untuk menyelesaikannya, tetapi ide paling realistis yang bisa diselesaikan saat itu juga.

 Sebagai penulis di blog Bu Kanjeng harus bersahabat dengan deadline. DL yang diciptakan sendiri. Untuk menjaga kedisiplinannya dalam menulis.

 Di saat merasa fakir inspirasi Bu Kanjeng  bisa mencari inspirasi dari sumber-sumber terbaik. Cara yang ditempuh: 

1. Silaturahmi ke teman Blogger.

 Disana berserak ide dari Blogger pemula yang sangat jenius dan menulis dengan hati. Dari tulisan mereka bisa di ATM menurut sudut pandang masing-masing. Hasil dari silahturahmi akan jadi inspirasi yang cetar

 2. Buku yang ada di sekitar.

 Buku memang bisa jadi sumber ide menulis. Karena di dalam buku itu ada ruh yang bisa kita sarikan untuk jadi tulisan lain yang pasti bermanfaat.

 3. Kejadian yang dialami.

 Pengalaman atau kejadian yang kita alami bisa jadi inspirasi menulis. Bila kita buat ramuan dengan berbagai bumbu yang kita miliki, tulisan itu akan melenakan pembaca dan pesan moralnya masuk.

 4.Ambil ide dari keranjang kreatif yang dimiliki.

 Apakah tentang parenting, pendidikan, motivasi, literasi, pemasaran, pengalaman. Inspirasi apa pun yang pernah disimpan. Maka kita harus punya tabungan inspirasi yang disimpan di keranjang kreartif.

 5. Menulis tanpa ide alias menulis bebas.

 Menurut Jeff Goins, menulis bebas adalah  menulis tanpa mengkhawatirkan editing atau tanda baca atau apapun yang membuat kita bebas menulis. Tulis saja yang ada di pikiran tanpa aturan. Saat menemukan tulisan kasar biasanya akan muncul ide itu.

 6. Baca tulisan di blog lama.

 Ini sangat membantu untuk menemukan ide atau inspirasi. Khususnya tulisan yang memang tema Evergreen. Kapan pun diulas tetap saja memikat. Buktikan saja.

 7. Tutup pintu Anda

 Stephen King dalam bukunya On Writing, saat menulis draft kasar atau ide tulisan ia menutup  pintu supaya ide yang sudah dimiliki bisa utuh dan yakin melanjutkan tulisannya termasuk  merevisi dengan pintu terbuka.Tutup pintu disini, maksudnya Bu Kanjeng fokus menulis. Tidak memikirkan yang lain alias bercabang memikirkan yang lain.

 8.Baca dan dengarkan apa komentar pembaca blog kita.

 Dengan mendengar saran, curhat dan kritikan, akan muncul inspirasi baru untuk menulis. Paling tidak ada bahan atau inspirasi untuk menulis. Bisa dijadikan ide untuk artikel " Anda bertanya Saya Menjawab.

 9. Jangan lupa bahagia.

Pastikan ketika ingin menulis dalam keadaan enjoy dan ikhlas tanpa paksaan atau beban. Karena saat menulis hati sedang kusut dan suntuk, tulisan pun jadi amburadul. Maka tulislah apa yang disukai dan dikuasai.

 Bu Kanjeng berharap dengan 9 amunisi ini, ia jadi terhindar dari fakir inspirasi. Ia ingin menulis dengan enjoy dan mengeluarkan apa yang ada di benaknya untuk memotivasi dirinya sendiri. Apabila ada pembaca yang termotivasi ya, Alhamdulillah

Saturday, July 4, 2020

JADILAH PEREMPUAN HEBAT TANPA MELUPAKAN KODRAT



Sri Sugiastuti


 

“Bahagiakan dirimu, hapus keangkuhan, matikan keluhan, kembangkan syukur, percayalah hidupmu akan lebih bahagia dari sebelumnya”

 

Bu Kanjeng dapat tuga menulis tentang perempuan. Ya perempuan yang sangat disayang Allah. Judul tulisan ini bagian dari cara Bu Kanjeng bagaiana mengarsipkan apa yang dilakukan dan dikembangkan dalam suatu tulisan yang berguna untuk dirinya sendiri atau orang lain. Rasanya kurang afdol bila suatu kegiatan yang sudah menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran kalau tidak diabadikan dalam sebuah tulisan.Entah bermanfaat entah tidak, yang penting sudaah diniatkan menjadi catatan khusus.

Sering kita membaca atau juga diingatkan untuk menjadi perempuan hebat. Perempuan yang tangguh dalam segala hal dan harus sukses dalam bidang yang kita tekuni.  Yang jadi pertanyaannya sudahkah kita menyiapkan pondasi awalnya? Jangan sampai kita sibuk menata banguan yang kokoh namun seringkali melupakan menciptakan landasan awalnya.Bu Kannjeng berusaha memaparkan menuju sukses bagi perempuan yang sadar bahwa hidupnya harus bermakna.

Sudah bukan rahasia lagi ketika seorang perempuan dituntut ini itu. Tuntutan yang dihadapi kaum perempuan adalah banyaknya tekanan dan masalah yang dihadapi. Dari mulai bangun tidur hingga mau tidur lagi seorang perempuan suka tidak suka, mau tidak mau harus bisa berproses menjadi perempuan yang mandiri. Maka tidak heran bila Bu Kanjeng sangat salut pada Wonder women yang ada di sekitarnya.

Perempuan itu harus berpikir kritis. Bagaimana ketika anak sakit dan perlu segera mendapatkan pertolongan. Ia tidak boleh diam saja menunggu suami pulang. Ia harus langsung memutuskan apakah ke rumah sakit atau mencari pertolongan yang terdekat. Begitu juga ketika ada kerusakan dengan alat rumah tangga yang dimiliki. Apakah perlu beli yang baru atau cukup diperbaiki. Semua harus diputuskan dengan cara yang bijak melihat situasi dan kondisi keuangan juga azas manfaatnya.

Menurut Bu Kanjeng yang diciptakan Allah sebagai perempuan, maka perempuan itu selain berpikir kritis, juga dituntut memiliki sikap dan pikiran yang kreatif. Dengan krearif ia bisa mengupgrade dirinya. Ia bisa naik kelas dan bisa memperdayakan dirinya dan orang lain. Ia manfaatkan potensi diriya yang ada. Apakah itu di bidang pelayanan jasa, marketing, atau menghasilkan suatu produk. Misal dari hobi menjahit, merajut, menulis buku, atau bidang lain yang diminati yang bisa jadi peluang baginya untuk maju.

Berpikir kritis dan kreatif saja tidak lah cukup. Perempuan juga harus memiliki jiwa yang besar. Ia harus tahan banting dan tidak cengeng. Ia bisa keluar dari masalah yang dihadapi dan mengambil hikmah dari musibah yang pernah menimpanya. Ia sanggup menjaga keutuhan keluarganya dengan menggunakan ilmu komunikasi yang baik. Sehingga suami dan anak-anaknya paham arti dari suatu komitmen dalam berkeluarga. Mana yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing, tidak ada yang terzalimi. Sehingga bisa harmonis seiring dan sejalan.

Pertanyaan Bu Kanjeng, Apakah semua itu bisa kita lakukan begitu saja? Adakah bekal atau pondasi yang harus dimiliki? Tentu saja ada. Kita tidak bisa ujug-ujug simsalabim abrakadra. Prok oprok oprok jadilah!. Ya kita perlu benteng yang kuat di dalam diri dan di benak kita. Kita harus memiliki jiwa yang merdeka  harus punya the power of freedom soul.

 

Hasil  Bu Kanjeng berguru dan membaca ia dapat menyebutkan, Apa saja kekuatan dari jiwa yang merdeka? Jiwa yang merdeka itu adalah jiwa atau sikap yang mau menerima saran, kritikan atau pujian. Pikirannya terbuka untuk menerima semua itu ( Open mind). Dan berikutnya ketika jiwa itu sadar dengan kodratnya. Siapa saya, harus memposisikan diri seperti apa? Dan selalu ingat bahwa kodratnya ada satu strip di bawah suaminya. Ia tidak boleh sombong dan terlalu dominan. Walaupun jabatan atau pekerjaannya di atas suami. Ia memiliki (Awareness). Perempuan juga dituntut untuk bisa memaafkan diri sendiri dan orang lain. Misalnya kita pernah membuat kesalahan dengan cara yang salah telah menghukum anak yang berakibat fatal. Lalu menyalahkan diri sendiri dan menyesalinya secara berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas yang lain. Tentu itu sangat merugika diri sendri. Seharusnya biasa memaafkan, mau mengevaluasi dan berbagi bahwa “ saya pernah salah” dan tidak akan mengulanginya lagi. Maka maafkan lah (Forgiveness). Dan yang tidak kalah penting dalam jiwa yang merdeka itu ada sudut pandang berpikir positif (positive thinking).

Perempuan harus mau  belajar menerima apapun masalah atau peristiwa yang dihadapi dengan pikiran yang positif. Andai ada satu titik hitam di selembar kertas jangan lah fokuskan diri dengan titik hitam itu. Tetapi lihatlah lembaran kertas putih itu, masih banyak yang bisa diperhatikan atau diperbuat selain si titik hitam itu. Begitu juga ketika menghadapi macet. Tidak perlu stress, hadapi saja dengan senyum dan nikmati. Jadi ringkasan dari jiwa yang merdeka itu ada pikiran yang terbuka, menyadari akan kodratnya, mau memaafkann, dan fokus pada yang positif.

Seorang perempuan yang hebat harus memiliki character building yang hebat pula. Dengan memiliki landasan karakter yang kuat maka akan terbentuk jiwa yang hebat, generasi yang memiliki passion, generasi yang mampu mewujudkan asa dan citanya. Character building itu mencakup public speaking, moral etika, Personality dan control problem.

Public speaking disini, bukan semata-mata tampil bicara di depan umum dan meyakinkan seseorang atau audience, tetapi agar apa yang disampaikan itu bisa sampai pada orang yang diajak bicara. Ada seninya bagaimana menata kalimat mana yang pantas diucapkan dan mana yang seharusnya tidak diucapkan. Dan yang tidak kalah penting bisa membedakan  bagaimana berkomunikasi dengan baik termasuk bertutur dengan bahasa yang baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Apalagi di dunia maya kita harus pandai dan punya seni dalam berkomunikasi.

Karakter yang berikut adalah Etika moral (Moral Etika). Saat ini masalah etika disinyalir sudah mulai memudar. Perlahan tapi pasti etika itu luntur. Kita harus mencegahnya. Jangan sampai empat magic words itu tak berlaku di Indonesia. Empat kata itu, permisi, tolong, terima kasih, dan maaf. Sejak awal 4 kata dan sikap ini harus sudah ditanamkan pada diri sendiri dan diajarka pada anak-anak.Bila hal ini dianggap sepele maka rusaklah bangsa ini. Jangan sampai penanaman pendidikan moral ini terabaikan termasuk kedisiplinan da ajaran yang baik dari sisi perbuatan dan pembiasaan termasuk juga perlakuan kepada orang lain. Sehingga ciri wanita hebat dengan memiliki budi pekerti yang mulia.

Personality atau kepribadian juga merupakan bagian dari Character building. Pribadi yang baik  menjadikan manusia memiliki karakter yang baik. Karakter yang berupa integritas dalam kehidupannya.Seperti NKRI harga mati. Integritas keluarga yang dijaga dengan perjuangan dan kesungguhan. Tidak loyo, atau pun pasrah menyerah sebelum berjuang. Seorang yang memiliki kepribadian itu, orang yang mau berubah ke arah yang lebih baik. Sedangkan  mau berubah itu suatu pilihan. Tidak ada seorang pun yang mampu mengubah dirinya tanpa ada keinginan dari si pelakunya.

Satu lagi yang termasuk dalam Character building adalah control problema. Bagaimana perempuan itu berproses dengan menghadapi masalah yang rumit dan datang silih berganti. Masalah itu bukan untuk direnungi, ditangisi atau disesali, tetapi bagaimana kita memenej da menghadapi masalah itu dan mencari solusi terbaik. Masalah itu tidak akan pernah habis. Ia akan muncul silih berganti. Jadilah bijak dalam menata problematika kehidupan.

Perempuan atau ibu adalah bagian terpenting dari sebuah keluarga. Ia wajib membentengi keluarganya agar bersinar, sukses dunia akherat, maka seorang ibu memiliki landasan kuat yang harus ditanamkan dalam keluarganya. Ia harus mengajarkan tentang agama, ideologi, cinta dan toleransi. Ke empat unsur ini sangat penting untuk mengawal menjadi keluarga emas yang kita siapkan dari sekarang menuju Indonesia emas tahun 2045.

 Agama sebagai pondasi awal  harus sangat kokoh. Ideologi bangsa kita adalah  Pancasila dengan kelima silanya harus bisa diaplikasikan dalam keluarga dan lingkungan. Toleransi juga sangat penting mengingat kita hidup di bumi Indonesia yang beragam. Jadi hargai perbedaan. Satu lagi yang tidak boleh dilupakan bahwa perempuan hebat itu harus penuh dengan cinta. Cinta bisa mengubah segalanya. Perempuan harus bisa maju dan hebat tapi tak boleh melupakan kodrat.

Lumayan juga catatan yang dibuat Bu Kanjeng. Berharap tulisan sederhana ini bisa mengingatkan dirinya sekaligus sebagai pemantik untuk mengingat kodratnya.

 

 

 


Friday, July 3, 2020

Salam Literasi: KUNCI SUKSES MEMBACA

Salam Literasi: KUNCI SUKSES MEMBACA:   Sri Sugiastuti   Buku adalah sahabat terbaik manusia ( Edwin Louis Cole)   Terinspirasi dari belajar menulis bersama Dr. Ngain...

KUNCI SUKSES MEMBACA




 

Sri Sugiastuti

 

Buku adalah sahabat terbaik manusia ( Edwin Louis Cole)

 

Terinspirasi dari belajar menulis bersama Dr. Ngainun Naim, M Pd di kelas maya Belajar Menulis Gelombang 13 yang diadakan Omjay dkk. Materi dengan judul Kunci Sukses Menulis Produtif sangat menarik untuk disimak. Bisa untuk bahan refleksi Bu Kanjeng yang kadang masih ada lowong dalam satu hari tidak menulis.

Bu Kanjeng  berjuang ingin menulis di blog, padahal kegiatannya padat merayap. Ia tidak boleh berkilah sibuk atau tidak ada waktu. Baginya menulis sudah jadi kebutuhan. Sepertinya banyak ide yang berserak dan harus dikemas dengan apik untuk dijadikan catatan dalam hidupnya.

Sejak pagi Bu Kanjeng sudah ada ide ingin menulis tentang meningkatkan minat baca tulis atau lebih dipahami sebagai literasi. Ia mengambil buku berjudul Success through Reading and Writing hadiah dari penulisnya langsung Pak Peng Kheng Sun. Bu Kanjeng mendapatkan inspirasi dan motivasi dari buku tersebut. Mengapa? Karena kegiatan literasi sudah  jadi bagian dari gaya hidup Bu Kanjeng. Jadi bila punya hutang tulisan ingin segera ditunaikan.

Kali ini Bu Kanjeng ingin menulis kembali apa yang sudah dibaca. Karena yang paling efektif memang menulis kembali apa yang sudah dibaca. Jadi bisa mempraktikkan ikatlah ilmu dengan menulis.

Dalam buku itu Pak Peng secara jelas mempermalukan sekaligus menyadarkan Bu Kanjeng betapa ia belum maksimal ketika membaca buku. Karena hanya sekadar paham bahwa membaca banyak manfaatnya. Bu Kanjeng masih membaca lompat lompat dan memilih bacaan yang memang dibutuhkan saat itu.

Dalam buku itu sempat Bu Kanjeng tandai dan menuliskan kembali yaitu berupa kiat mendapatkan manfaat dari membaca. 

Kiat mendapatkan manfaat maksimal dari membaca dengan cara :

1. Membuat catatan atau ringkasan dari apa yang sudah dibaca. Bagaimana kita mengumpulkan butir-butir pengetahuan yang sudah kita baca. Mencatatnya sesuai dengan cara yang paling disukai. Menggunakan Berbagai metode yang pas dan nyaman sehingga manfaat membaca jadi maksimal.

2.Membuat Reading Record (RR) ini sangat penting untuk mengukur minat baca kita. Sudah berapa judul buku yang sudah kita baca dan paham apa tidak isi dari buku tersebut.

3.Membiasakan diri dengan menulis. Menulis untuk diri sendiri atau konsumsi publik. Dengan menulis berarti kita mengaktifkan lagi pikiran dan memproses ap yang pernah dibaca. Membaca tanpa disertai menulis menjadi kegiatan yang kurang sempurna. Bak sumur yang airnya tidak digunakan jadi kotor dan bau. Itulah sebabnya apa yang sudah kit abaca bisa kita cata atau

4. Manfaatkan pengetahuan dari hasil membaca. Bisa ditulis di blog, untuk materi mengajar, untuk referensi membuat buku, dan mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Orang yang gemar membaca punya banyak solusi ketika menghadapi suatu masalah.

Dengan keempat kiat itu Bu Kanjeng berusaha memperbaiki kualitas membacanya. Ia akan melanjutkan Reading Recordnya yang sudah lama diabaikan.

Ia tidak ingin dikatakan sebagai orang yang hanya suka mengaku gemar membaca tetapi belum bisa menarik manfaat dari membaca.

Membaca adalah kegiatan yang memberikan banyak keuntungan. Artinya bila tidak membaca kita rugi besar. Bagaimana menurut pembaca?


Wednesday, July 1, 2020

Salam Literasi: MEMOAR SOBAT AMBYAR

Salam Literasi: MEMOAR SOBAT AMBYAR: Memoar Sobat Ambyar Tribute to Didi Kempot The Godfather of Broken Heart Sri Sugiastuti   Adakah pembaca Blog Bu Kanjeng yang jadi ang...

Tuesday, June 30, 2020

MEMOAR SOBAT AMBYAR


Memoar Sobat Ambyar

Tribute to Didi Kempot The Godfather of Broken Heart

Sri Sugiastuti

 

Adakah pembaca Blog Bu Kanjeng yang jadi anggota Sobat Ambyarnya almarhum Didi Kempot? Itu loh yang tergila-gila konsernya dan tiada hari tanpa mendengarkan lagu Didi Kempot. Bu Kanjeng sendiri kalau diminta berkisah tentang Didi Kempot kira-kira yang ditulis dari sisi apanya  ya?karena secara pribadi belum pernah berjumpa dengan orangnya. Walaupun sama sama tinggal di Solo.

Bu Kanjeng justru familiar dengan lagu Didi Kempot saat sahabatnya yang di Amrik dan juga seorang Kompasianer sempat berkabar kalau dia penggemar lagu Didi Kempot. Khususnya lagu yang Ke Taman Asmoro.Itu sudah tahu 2010 an. Bu kanjeng juga tidak mengikuti secara serius perkembangan music campur sari di Indonesia.

Pada akhirnya memang Didi Kempot makin bersinar. Banyak penggemar dan lagunya bisa dinyanyikan oleh semua kalangan. Apalagi tetangga Bu Kanjeng itu, sejak Didi Kempot belum meninggal hingga sudah almarhum. Masih saja tiap hari menyuguhkan lagu-lagu Didi Kempot tiada henti.  Bu Kanjeng yang mendengar musik dan lagu gratis dari tetangga sebelah ya dinikmati saja.

Pasti pembaca penasarankan kok Bu Kanjeng bisa ikutan Nubar (Nulis Bareng) tentang Didi Kempot.  Nah ceritanya Bu Kanjeng punya komunitas yang namanya “ Merancang Buku Inspiratif” Komunitas itu lah yang menggagas hingga ada 50 penulis dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Bu Kanjeng dkk, sepakatmembuat satu bukuuntuk memberi penghargaan sekaligus kenangan kepada Pembaca juga fans dari Didi Kempot mengetahui lebih dalam tentang Didi Kempot dan kiprahnya selama masih hidup.

Bu Kanjeng ikut menorehkan satu tulisan yang berjudul Didi Kempot di Mata Bu Kanjeng menempati urutan 10 dari 50 penulis. Dan  50 Penulis Inspiratif  Indonesia tersebut adalah; Eka Budianta,Yosef Widhi Wijanarko, Aldita Erie Setiawan, Christianto Dedy Setyawan, Muhammad Lutfi,Elly Jauharah’ Asriani,Eka Tyas Purwati, Rizki Ibrahim, Sri  Sugiastuti, Tia Setiawati, Veronica Sri Andayani, Hermanto, Arif  Zuhdi Winarto, Ana Rahmawati Ningsih,Tri Santoso, Vika Andriyanti, Lulu’ul Karimah, Agus Yulians, Nungky Mia Pratiwi, Yuli Arinta Dewi, Farco Siswiyanto Raharjo, Mei Artanto, Erni Nursanti, Arief Noer Prayogi, Tri Winarno, Eko Juliyanto, Ida Kholidah, Hetti Arifin, Eko Marini, Mhd Ikhsan Ritonga, Mey Dyah Rahmadhani Saraswati, Tuginem, Afriandifa Nufriani, Mohamad Bajuri, Rani Tiyas Budiyanti, Sifa Aswnd, Nurul Syifa Inaya, Dimas Nur Fauzi, Ein Supriyono, Zaeni Gilang Darmawan, Wahyu Lestari, Nanik Srisunarni, Ony Agustin Damayanti, Agung Pangestu, Ahmad Kharis  Anggi Mahendra, Michael HB Raditya, Muhammad Rohmadi

 “Didi Kempot telah berhasil membuat patah hati menjadi pengalaman yang tidak perlu disembunyikan.  Orang tidak perlu malu karena pernah ditolak, dibuli, dilecehkan, bahkan dicampakkan.  Yang harus dilatih hanyalah bagaimana bisa ambyar – merasakan hati hancur berkeping-keping, sambil tetap bersyukur dan bijaksana.”

― Eka Budianta, penyair dan budayawan Indonesia

Mengantarkan kepergiaan seorang maestro campursari yang mendapat julukan The Lord of Ambyar, The Godfather of Broken Heart tidak hanya turut melayat seorang manusia. Tapi, kita juga melakukan peziarahan batin terhadap karya-karyanya. Kesedihan jelas berpendar bagi keluarga dan para Sobat Ambyar di seluruh penjuru dunia. Entah berapa juta kata yang teruntai untuk membicarakan sosok penyanyi, pencipta lagu produktif dan melegenda ini. Kalau hanya ucapan tentu berlalu bersama angin. Apabila dituliskan, seperti lagu-lagunya yang direkam dan bisa diperdengarkan, konser dan aksi panggungnya yang selalu ditunggu, dan kita mudah mengakses Didi Kempot di media sosial, maka deretan kata-kata kenangan nyata, membekas di dalam hati para pengagum, pecinta lagu-lagu dengan beragam tema, walau mayoritas bertema kesedihan namun membuat kita tak sadar untuk berjoget menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri, dan ini dilakukan oleh para memoaris di buku ini dan akan abadi. 

Jika permanensi lagu dan pertunjukan melalui audio dan video dengan proses rekaman dan shooting, maka para memoaris Indonesia memberi medium tulisan yang bisa dibaca kapan saja. Medium buku ini sebagai persembahan/tribute kepada Didi Kempot. Usaha mengenang sosok genius bermusik ini dari Didi Kempot pantas mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya khususnya bagi yang telah meluangkan waktu menulis memoar istimewa ini dan semua para pembaca buku ini. Truly inspiring.

Memoar Sobat Ambyar Tribute to Didi Kempot The Godfather of Broken Heart  bisa dipesan dengan menghubungi nomer WA Bu Kanjeng di harga  Rp.145.000,-  434 halaman, 15 x 23 cm, Bookpaper 72 gram.


 Bu Kanjeng meninggalkan nomer WA 089692593804 untuk pembaca yang ingin memiliki buku Memoar Sobat Ambyar.

 

 

 

MINDSET BERSYUKUR IS EVERYTHING

                                                                 Sri Sugiastuti Hamba Allah yang beriman di dalam mindsetnya selalu ada ...