SOLO-DENPASAR

SOLO-DENPASAR 

Oleh : Sri Sugiastuti 

Udara dingin jelang Subuh menyusup di tubuh Bu Kanjeng yang sudah lansia. Saat terbangun, terlintas agenda yang harus dijalani. Ia akan mengadakan perjalanan yang lumayan jauh. Sejak Covid-19 hadir di bulan Maret 2020, Bu Kanjeng tidak mengadakan perjalanan via udara. Tepat 1 Agustus 2022 Bu Kanjeng  sudah boarding via online.

Pukul 7.00 WIB Bu Kanjeng duduk manis di ruang tunggu Bandara Internasional  Adi Sumarmo Boyolali. Traveling kali ini lumayan jauh. Tujuan utamanya ke Labuan Bajo NTT. Destinasi  yang harus transit 3 jam lebih dan ganti pesawat. Semua rela dilakukan karena niat sudah kuat. Rencana itu seharusnya Agustus  2020. Karena Pandemi mundur 2 tahun pun, oke saja. Harga tiket pesawat yang mehong tidak menyurutkan semangat Bu Kanjeng sebagai tim peninjau JAMDA IX NTT 2022 LABUAN BAJO Tanggal 2-6 Agustus 2022.

Bila sebagai peninjau sejati, seharusnya ia sudah berangkat ke Kupang di akhir bulan Juli 2022 dimana rombongan JAMDA IX NTT 2022 mengawali perjalanannya melalui laut dan darat menuju Labuan Bajo. Bu Kanjeng ambil jalan pintas. Ia langsung bergabung di Labuan Bajo. 

Bu Kanjeng masih menikmati suasana bandara internasional Adi Sumarno setelah lama tidak traveling via udara. Perluasan ruang tunggu dan penambahan gerai di sekitar membuat penumpang lelah berputar. Barang bawaan Bu Kanjeng lumayan banyak. Padahal sebagian besar sudah masuk bagasi. 

Selain membawa buku, koper Bu Kanjeng diisi buah, sambal pecel dan sambal rujak. Semua itu dibawa demi request sohibnya salah satu panitia JAMDA IX NTT 2022. Membuat orang lain bahagia sudah menjadi prinsip Bu Kanjeng selama dia bisa melakoni. Yang dipesan  pun sudah tersedia cuma ya membawanya agak rempong.

Panggilan untuk para penumpang dengan nomer penerbangan yang dimiliki Bu Kanjeng, membuyarkan lamunan Bu Kanjeng tentang keindahan daerah wisata  Labuan Bajo yang baru saja diresmikan Bapak Presiden Joko Widodo yang menaruh banyak harapan agar Labuan Bajo bisa menyaingi keindahan pulau-pulau yang ada di  Athena Yunani. 

Dengan langkah panjang menyandang tas gamblok dan dua tangan membawa tas tentengan Bu Kanjeng terlihat tetap semangat. Begitu lah ketika ada sesuatu  yang ingin diraih, rasa malas dan lelah hilang seketika. Bu Kanjeng langsung menuju nomor kursi 6 A. Urutan depan paling pojok dekat jendela. Tempat duduk yang sangat diidamkan, karena ia bisa memandang luas hamparan awan lepas yang berarak dengan berbagai bentuk yang memesona.

Awak kabin mulai sibuk mempersiapkan  pesawat untuk tinggal landas. Pramugari sibuk menutup bagasi yang ada  di atas kepala penumpang sambil menghitung jumlah penumpang keseluruhan. Sementara pramugari lain memperagakan apa yang harus dilakukan bila pesawat dalam keadaan darurat. Termasuk bagaimana menggunakan pelampung dan memecah pintu kaca pesawat bila kondisi darurat

Bu Kanjeng mulai berdoa agar perjalanannya lancar dan selamat sampai tujuan.   Hanya butuh waktu 1 jam 27 menit dari Solo menuju  Denpasar Bali. Bu Kanjeng sudah duduk manis tak lama pesawat  tinggal landas. Bu Kanjeng pun berkelana di antara gugusan awan. Pagi yang cerah saat kumpulan awan putih menyelimuti hutan tropis dan juga pegunungan di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bu Kanjeng yang barusan dilihat  ada gunung Semeru yang sebagian puncaknya yang berlubang tertutup awan. Terbayang betapa dahsyatnya saat gunung itu meletus.  

Tak terasa kembali terdengar suara pramugari yang mengingatkan agar sabuk pengaman tetap digunakan karena sebentar lagi pesawat akan mendarat di bandara Ngurah Rai Bali. Bibir landasan sangat dekat dengan pantai. Hal ini cukup membuat Bu Kanjeng ketar kitir, tetapi hanya sesaat karena pesawat mendarat dengan mulus.
89

Pintu pesawat dibuka, para penumpang berhamburan. Tak terkecuali Bu Kanjeng yang membayangkan transit 3 jam menanti pesawat yang akan membawanya ke Labuan Bajo. Kesibukan Bandara di jam kerja sangat terasa.  Hampir setiap 15 menit terdengar  panggilan untuk para penumpang dengan berbagai tujuan  dalam negeri maupun luar negeri. 

Bu Kanjeng sibuk membuka bekal nasi yang belum sempat dimakan. Nasi putih lauk telur asin dan sambal goreng kentang campur daging giling sangat menyelera. Kebetulan porsi yang disiapkan lumayan besar. Ini menjadi alasan bekal itu tidak habis disantap.

Ternyata menunggu 3 jam bila ditemani dengan gawai tak terasa. Akhirnya nomor penerbangan pesawat WING ATR 62 yang akan  ditumpangi Bu Kanjeng sudah siap. Kali ini Bu Kanjeng dapat nomor seat besar. Semua penumpang lewat pintu bagian belakang.  Olala ternyata sebagian besar penumpangnya dari mancanegara.

Bu Kanjeng baru pertama kali naik pesawat Wing relatif lebih kecil dari pesawat yang biasa ditumpangi. Posisi tempat duduk tidak tiga kursi di kanan kiri tetapi hanya dua kursi. Begitu juga tinggi di dalam pesawat. Saat diamati ada orang asing yang hampir mentok kepalanya.

Setelah mendapat posisi nyaman dan siap terbang, Bu Kanjeng berdoa. Semua dipasrahkan hidup dan matinya. SHal yang buruk bisa saja terjadi.

Sepenggal siang dalam perjalanan  Solo-Denpasar Tanggal 1 Agustus  2022.

Post a Comment

12 Comments

  1. Masya Allah, serasa ikut jalan-jalan naik pesawat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat menikmati perjalanan ini
      Terima kasih sudah singgah.

      Delete
  2. Ini yang buat naskah merah putih nggih bun?

    ReplyDelete
  3. Ya Allah Bun... Alhamdulillah selamat..saya dulu pertama naik pesawat malah muntah Bun, ha ha..pening apalagi pas lepas landas...waduh pusarku rasanya nyeri sekali. Kwkwkw...maklum wong deso Bun...

    ReplyDelete
  4. Luar biasa...perjalanan yg sangat melekahkan. Salam sehat ,Bunda Kanjeng dan selalu sukses ,Aamiin ...👍👍👍👍👍

    ReplyDelete
  5. Sehat selalu Bu Kanjeng, makin banyak aktivitas dan berbagi semangat....

    ReplyDelete