Posts

Showing posts from September, 2020

YUK BERQUIZZLAND

Image
Sri Sugiastuti 
"Halo, ada yang punya aplikasi Quizzland? Sudah sampai level berapa? Asyik ya berquizzland."  Bu Kanjeng membuat status di akun medsos yang dimiliki. 
Awal Bu Kanjeng berkenalan dengan aplikasi itu saat ia "Gabut" (gajibuta)  salah kaprah ya kalau untuk menggambarkan orang yang sedang suntuk atau butuh refreshing sesaat, kok diistilahkan Gabut. 
Itu yang dilakukan saat ia jenuh mengedit naskah yang harus dipercantik supaya bisa dipahami pembaca dan pesan penulis sampai. Bu Kanjeng butuh sesuatu yang bisa membuatnya hepi tanpa harus ke luar rumah atau mengeluarkan dana ekstra. 
Bu Kanjeng akhirnya sibuk menarikan jari telunjuknya di gawai kesayangannya. Sampai di play store. Ada banyak aplikasi yang bisa mengobati suntuknya. Smule atau Wesing. Bu Kanjeng sempat mencoba, tetapi saat diputar musik dan vokal Bu Kanjeng tdk maksimal. 
Bu Kanjeng ingat quiz who want to be milioner. Ia pun tertarik pada Quizzland. Dan mulai mencoba. Sengaja ia memilih quizz unt…

GURU DI DAERAH KHUSUS

Image
Sri.Sugiastuti "Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya". Ki Hadjar Dewantara
“Di Kampung Caringin yang rusak dan sepi, negara yang dirasakan anak bangsa lewat para guru yang mengajar di SD Negeri Caringin, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di dusun yang tak dialiri listrik, tanpa aspal mulus, dan tiada irigasi itu, guru berbakti menjaga negeri. Salah satu sudut dusun, tempat sekolah berdiri, seketika meriah saat anak-anak menyambut kehadiran guru mereka, Sarino (32) dan Riki Sonjaya (30), pada pekan ketiga November 2015.”https://arsip-interaktif.kompas.id/pendidikan.Informasi di atas mengantarkan saya pada gambaran perjuangan para guru yang bertugas di daerah khusus. Inilah salah satu yang melatar belakangi saya sangat bersemangat ketika diajak berkolaborasi ikut membidani lahirnya buku antologi yang idenya murni d…

HIDUP DI ZAMAN DIGITAL

Image
Sri Sugiastuti 
Dahi Bu Kanjeng berkerut saat berselancar di dumay. Bergesernya dari Base data ke Big data membuat orang yang hidup di zaman digital harus cerdas dalam banyak hal dan jangan terjebak dengan beritq Hoax.
Hidup di zaman digital membawa kita pada tatanan dunia yang penuh tantangan persaingan dan ketidakpastian.Tatanan dunia yang penuh tantangan, memiliki sifat dimensi struktur dan watak yang diperkirakan sangat berbeda dengan tantangan saat ini. Gejala dan fenomena yang menunjukkan ke arah perbedaan itu menjadi semakin jelas. 
Perbedaan sifat tantangan yang dimaksud terletak pada kerumitan sekaligus kesulitan pemecahannya sementara itu tantangan yang kita hadapi memiliki ciri multidimensional Oleh karena itu pendekatan dan pemecahannya harus juga menggunakan cara yang tidak linier atau konvensional serta melibatkan berbagai sumber dan kekuatan yang secara potensial dimiliki.
Struktur tantangan yang bersifat konvensional yang pernah kita hadapi pada waktu yang lalu tidak akan …

OH KURIKULUM 2021

Image
Sri Sugiastuti
Menghitung bulan ketujuh sejak Pandemi Covid-19 dinikmati lahir batin oleh Bu Kanjeng. Satu buku karyanya yang berkisah tentang corona pun jadi bagian dari keberkahan  adanya su Covid-19.
Beralihnya Base data ke Big data juga bagian dari fenomena yang ada. Kecanggihan teknologi mampu merangsang  semua orang berbuat sesuatu sesuai dengan takdirnya. Begitu juga dengan istilah ganti Menteri ganti kurikulum. Benarkah? Bukan hoax ya?
Bu Kanjeng yang rada sensi  dan sedikit baper bila membahas Kurikulum. Maklum ia termasuk guru kolonial yang berhadapan  dengan  siswa milenial. 
Sejak ia jadi guru 34 yang lalu, sudah mengalami beberapa kali ganti kurikulum. Beruntung Bu Kanjeng punya semboyan "Apapun kurikulumnya, guru kuncinya". Jadi tetap stabil dan ikuti sosialisasinya.
Akhirnya Bu Kanjeng ngulik dong tentang si bakal jadi kurikulum itu. Apa dan bagaimana rencananya. Apakah lebih simpel dan beedaya guna atau hanya wacana tanpa usaha yang maksimal
Ini yang bisa ditulis.u…

KIAT MELEMBUTKAN HATI

Image
Assalamualaikum wr wb
Sri Sugiastuti 
Bu Kanjeng terpana sesaat ketika mendapat kiriman vidio kejadian seorang Ulama ditusuk oleh orang yang menyerangnya secara tiba-tiba. Ada apa dengan di hati dan  pikiran pelaku tersebut?
Ada hati yang lembut dan ada hati yang keras. Di dalam Agama Islam urusan hati jadi ukuran keimanan seseorang. Orang yang hatinya keras ia lebih mengutamakan apa yang menjadi pendapatnya, dan selalu memandang sesuatu adakah keuntungan bagi dirinya tanpa memikirkan orang lain ia juga menjadi " Raja Tega" tidak punya hati karena segalanya berdasarkan ukuran yang dimiliki. Dan sebaliknya orang yang berhati lembut, ia bertindak dengan hati nurani. Bisa mengalahkan hawa nafsu yang dimiliki karena ada panduan yang dijalankan.
Bu Kanjeng mengawali tulisan di atas berdasarkan pemahaman yang dimiliki. Itu pun karena ia merasa fakir ilmu. Sering mengamati kejadian  yang kadang di luar nalar. Banyak terjadi kekerasan yang berujung kriminal. Tentu saja hal ini membuat k…

Ukir.Prestasi Tebar Inspirasi

Image
Kata-kata yang anda gunakan mempengaruhi kerangka pikiran dan kondisi emosional yang Anda rasakan penggunaan kata-kata yang tepat dan positif akan memicu motivasi dan perasaan untuk bertindak Adam Khoo
Sebagai seorang guru yang menggeluti dunia pendidikan dan punya tugas mendidik anak bangsa harus punya semangat mengabdi dan memahami pedagogik dengan baik. Salah satu tugas mulia yang diemban adalah menggali potensi yang dimiliki siswanya. Ketika Kepala Sekolah menugaskan Anda untuk membimbing siswa seharusnya sudah punya ide atau gagasan bagaimana menumbuhkan mental juara kepada siswanya.
Untuk menumbuhkan mental juara dan perasaan bersemangat agar siswa termotivasi maka diperlukan;
Berpikirlah tentang kelimpahan bukan kekurangan. 
Berpikirlah tentang peluang bukan hambatan 
Berpikirlah tentang masa depan bukan masa lalu yang kurang menyenangkan.
Berbicaralah tentang yang positif bukan yang negatif. 
Berbicaralah tentang peluang bukan tantangan 
Berbicaralah tentang harapan bukan kekecewaan da…

TANAMAN HIAS DI MASA PANDEMI

Image
Berkebun di Masa Pandemi
Sri Sugiastuti "Lihat kebunku penuh dengan bunga.." Ahay syair itu mengingatkan masa kecil Bu Kanjeng saat berdiri di depan cermin sambil menyanyikan lagu tersebut.
Bu Kanjeng tidak ingin berkisah tentang lagu anak, tetapi ingin berbagi tentang tanaman hias yang saat ini mulai booming kembali. Pengamatan Bu Kanjeng sebenarnya sudah sejak lama. Khususnya ketika ia melewati pasar Nongko dan di sebelah kiri yang  deretan rel kereta arah stasiun Balapan selau macet karena dipenuhi mobil yang parkir di sepanjang jalan itu.
Rupanya sentra penjual tanaman hias penuh dengan pengunjung. Aneka tanaman hias baik yang datang dan pergi silih berganti. Memang pedagang itu mendatangkan tanaman hias dari daerah bandungan dan sekitarnya. Tentu saja Bu Kanjeng senang melihat fenomena seperti ini.

Ini bagian dari siklus kehidupan. 12 tahun lalu Bu Kanjeng pernah berjaya ketika menggeluti dunia tanaman hias. Padahal ia menekuninya tidak terlalu profesional lebih ke arah sila…

Embung Kledung Temanggung

Image
Embung Kledung Temanggung 
Sri Sugiastuti

Temanggung merupakan sebuah kabupaten kecil yang terletak di provinsi jawa tengah. Letak geografisnya yang cenderung di daerah pegunungan membuat Temanggung yang mempunyai banyak tempat wisata semakin banyak dikunjungi wisatawan.  Ceritanya  Bu Kanjeng punya Bude yang tinggal di Parakan di lereng gunung Sindoro.  Nah Bu Kanjeng punya kisah menarik dari Temanggung yang minggu lalu dikunjungi. Niat awal dari rumah ke Salatiga menengok kerabat yang terserang stroke. Akhirnya ada agenda tambahan nyekar Pakde di Temanggung, Usai nyekar pun berlanjut ke tempat wisata bagian dari tadabur alam. 
Embung Kledung jadi pilihan mereka. Nyekar selesai, salat zuhur di rumah saudara Bu Kanjeng selesai. Sebenarnya acara makan siang diseting di Mie Ayam Tembikar milik saudara Bu Kanjeng, sayangnya tutup karena pemiliknya pergi ke Jakarta. 

Pilihan makan siang akhirnya ke Daun Mas restro yang menyatu dengan hotel Indraloka. Banyak menu pilihan disana. Karena mereka be…

BU KANJENG DAN UANG BARU

Image
Sri Sugiastuti Salah satu wujud syukur pemerintah dalam memperingati HUT RI yang ke 75 dengan cara menerbitkan atau mencetak uang pecahan Rp 75.000 tahun emisi 2020. Konon uang pecahan tersebut dicetak sebanyak 75 juta lembar. Uang kertas ituditandatangani oleh Menkeu selaku wakil pemerintah dan Gubernur BI. Pak Kanjeng yang dulu pernah mengoleksi uang kuno sangat tertarik. Sementara Bu Kanjeng tenang-tenang saja. Hanya sebatas penasaran ingin memegang uang pecahan itu.Memangpada akhirnya uang itu ramai diburu masyarakat. Karena akan masuk katagori atau disebut sebagai uang langka sebagai peringatan kemerdekaan 75 tahun RI. Sedangkan tema yang hadir dalam desain uang tersebut yakni mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebhinekaan, dan menyongsong masa depan gemilang.Setelah uang itu terbit Bu Kanjeng sempat dibuat kagum saat ada temannya di zaman SMP posting foto cucunya dengan uang pecahan baru itu. Bu Kanjeng tidak heran karena suami temannya itu pensiunan BI. Pasti mudah mendapatkan…

NASIB

Image
PENTIGRAF " Ibu, yang sabar ya.. Ayo tayamum, dan salat makmum sama Adik ya Bu."  Bendungan air mata Bu Puji ambrol. Sejak tadi ia berusaha menahanny. Ia tak ingin kelihatan rapuh di mata anak ragilnya. Bu Puji menahan tangis sambil mengingat perjuangannya membesarkan 3 anak laki-laki. Semua sudah jadi sarjana, mapan dan punya pasangan yang membuat keluarga mereka bahagia. Di sisi lain tak ada satu pun yang mau tinggal bersamanya. Mereka punya kehidupan sendiri dengan keluarganya. Bu Puji harus ikhlas mendapat waktu yang sedikit dari ketiga anaknya. Bu Puji tidak bisa menuntut apalagi mengharuskan mereka tinggal bersamanya. Jadi apa yang dialami di masa tuanya  memang bagian dari perjalanan hidipnya. Menurut Bu Puji apa yang diderita saat ini adalah bagian dari kasih sayang Allah kepadanya. Bu Puji sudah 3 bulan merawat suaminya yang terserang stroke berat. Ia hanya ditemani PRT yang sudah tua. Jadi untuk urusan suaminya yang sangat pribadi harus dikerjakan sendiri. Pagi itu…

Loh Berani yaa?

Image
Sri Sugiastuti


Hari Sabtu di era kenormalan baru memang agak sedikit berbeda dalam agenda Bu Kanjeng. Biasanya ia sibuk di depan laptop atau sibuk di dapur mengeksekusi apa yang ada di kulkas untuk diolah jadi menu istimewa ala Bu Kanjeng.Pukul 7.00 ia sudah di sekolah, beberapa orang guru juga terlihat duduk di kursi yang ada di koridor sekolah, tak lama datang bus pariwisata. Lho Bu Kanjeng mau kemana? Ternyata mereka mau refreshing tipis-tipis. Tujuannya ke arah timur kota Solo sekitar 45 km jaraknya. Tepatnya di lereng gunung Lawu. Jarak tempuh tidak terlalu jauh. Tepat pukul 8.00 setelah berdoa, mereka pun berangkat. Bermodalkan niat kebersamaan, menebar kebahagiaan, hari ini Bu Kanjeng dan teman-teman berani mengadakan refreshing dengan mengendarai bus  pariwisata ukura n tanggung berisi 35 penumpang karena jaga jarak bus hanya berisi 20 penumpang. Suasana di dalam bus penuh ceria. Maklum sudah 6 bulan semua acara kebersamaan dipending. Bus baru merayap sampai batas kota. Perang…

JANGAN MARAH

Image
Sri Sugiastuti‘Jangan engkau marah, jangan engkau marah.'” (HR. Bukhari)Orang marah itu temannya setan. Jadi ngga boleh marah ya? Memaklumi, tetap sabar dan lapang dada, saat melihat ada sesuatu yang keluar jalur? Bu Kanjeng bicara dengan hati nuraninya. Kemarin siang terpaksa meledak emosi Bu Kanjeng hanya karena masalah sepele tetapi cukup melukai perasaannya sebagai seorang ibu. Siapa lagi penyebabnya? Anak. Ya anaknya yang sudah dewasa. Apa penyebabnya kok Bu Kanjeng bisa marah dan lost control?Memang tidak seperti bisa, baru pukul 13.00 Bu Kanjeng mampir ke rumah setelahada kegiatan di luar sekolah. Tiba di rumah langsung laksanakan protokol kesehatan ia masuk kamar, pikirannya langsung teringat pekerjaan yang belum sempat dilakukan tadi pagi, mengganti sprei tempat tidurnya. Reflek sebagai seorang Emak ia minta tolong anaknya. Sang anak yang dimintai tolong sedang asik dengan hape di situs games online. Awalnya sang anak menjawab nanti ya. Tetapi karena ia paham dengan watak…