Posts

Showing posts from June, 2020

MEMOAR SOBAT AMBYAR

Image
Memoar Sobat Ambyar Tribute to Didi Kempot The Godfather of Broken Heart Sri Sugiastuti   Adakah pembaca Blog Bu Kanjeng yang jadi anggota Sobat Ambyarnya almarhum Didi Kempot? Itu loh yang tergila-gila konsernya dan tiada hari tanpa mendengarkan lagu Didi Kempot. Bu Kanjeng sendiri kalau diminta berkisah tentang Didi Kempot kira-kira yang ditulis dari sisi apanya   ya?karena secara pribadi belum pernah berjumpa dengan orangnya. Walaupun sama sama tinggal di Solo. Bu Kanjeng justru familiar dengan lagu Didi Kempot saat sahabatnya yang di Amrik dan juga seorang Kompasianer sempat berkabar kalau dia penggemar lagu Didi Kempot. Khususnya lagu yang Ke Taman Asmoro.Itu sudah tahu 2010 an. Bu kanjeng juga tidak mengikuti secara serius perkembangan music campur sari di Indonesia. Pada akhirnya memang Didi Kempot makin bersinar. Banyak penggemar dan lagunya bisa dinyanyikan oleh semua kalangan. Apalagi tetangga Bu Kanjeng itu, sejak Didi Kempot belum meninggal hingga sudah almarhum.

FILOSOFI BATIK

Image
                                                                  Motif Sido Mukti                                                                                  Sri Sugiastuti Melihat   aneka batik saat ini dengan penuh modifikasi dan corak aneka warna, membuat Bu Kanjeng bangga jadi orang Indonesia. Batik menjadi salah satu kekayaan Bangsa Indonesia. Hampir di setiap daerah di Indonesia terutama di pulau Jawa kerajian batik pasti ada. Belum lama Bu Kanjeng     juga dapat oleh-oleh   sepotong batik dari Padang, Sumatera Barat . Berkisah tentang batik, Bu kanjeng jadi teringat dengan filosofi batik. Bu Kanjeng perlu mendaur ulang catatannya ketika mendapat kesempatan emas mengunjungi museum Batik Danar Hadi. Bersama Komunitas Blogger Solo dan Putera dan Puteri Solo 2018,   Bu Kanjeng menikmati city , menjelajahi Kampung Batik yang ada di Solo. Bagi Bu Kanjeng ini adalah efek positif punya banyak komunitas di group WA, sesuai undangan lewat WA, kami diundang untuk mengunjungi Mu

BETAPA MUDAHNYA MEMBUAT BUKU

Image
Sri Sugiastuti “Loh kok Bu Kanjeng membuat judul PHP gitu sih?” Pertanyaan penulis pemula pasti akan muncul seperti itu. Padahal Bu Kanjeng memang ingin menyampaikan testimoni atau menyampaikan bukti nyata dengan alasan yang tepat. Jadi jangan mencibir atau tidak percaya dengan judul tulisan ini ya. Maksud Bu Kanjeng tulisan ini bisa jadi asupan lezat para penulis pemula yang biasanya terlalu banyak alasan dan tidak percaya dengan potensi diri yang mereka miliki. Bu Kanjeng langsung mau menyampaikan berdasarkan bukti yang ada di tangannya dan sudah diamati, diterawang, dibaca dan diraba.(Hmm, itu sih kalau mendeteksi uang palsu) Kali ini ada contoh buku yang bisa memotivasi penulis pemula agar percaya diri dan bersungguh-sungguh   membuat buku. Syaratnya asal niat dan rajin membaca pasti tulisannya akan menjadi buku. Awali saja dari yang disuka dan dikuasai. Senang menulis puisi, ya menulis dan membaca berbagai karya puisi. Senang corat coret dan membaca cerpen, silakan dicoba

GELIAT KOMUNITAS SEJUTA GURU NGEBLOG

Image
                                                                          Tak disangka tak diduga pandemi Covid-19 bisa berdampak luar biasa untuk semua. Hampir di sektor apapun terkena, lalu harus bagaimana? Tanyakan pada hati nurani yan sering berkelana.   Bu Kanjeng yang berperan sebagai ibu, istri, dan berprofesi sebagai guru juga Pegiat Literasi Nusantara. Ia bisa menerima kenyataan yang ada. Ia tetap beraktivitas seperti biasa. Sampai pada suatu hari ada pesan di WA dari Omjay, atau Wijaya Kusumah, sahabatnya sejak 2009 lewat dunia maya. Tepatnya di komunitas blog keroyokan Kompasiana.   Omjay yang didaulat sebagai pendiri komunitas guru blogger semakin berkibar dari tahun ke tahun. Saat mata pelajaran TIK dihapus dari kurikulum, Omjay dan kawan-kawan bergerak dan berupaya agar mata pelajaran itu kembali ada dalam kurikulum. Alhamdulillah perjuangan berhasil.   Omjay dari tahun ke tahun terus mengajak guru untuk menulis setiap hari. Omjay jadi   provokator agar

DAPAT APA YA DARI MENULIS?

Image
Sri Sugiastuti   Perlukah judul di atas jadi bahan pemikiran Bu Kanjeng? Saat pertama belajar corat coret menulis sepertinya ada pertanyaan yang kesannya seperti pedagang yang tidak mau rugi. Atau orang yang banyak perhitungan dan selalu melihat sesuatu dari dua sisi. Untung dan rugi. Kalau orientasinya ke materi bisa dibilang " Matre banget sih lu!".   Seiring berjalannya waktu, dengan banyak membaca dan menikmati asyiknnya menulis, pertanyaan itu bisa dijawab. Bu Kanjeng teringat buku yang pernah dibaca. Buku itu berjudul "You are A   Leader" penulisnya Arvan Pradiansyah. Buku itu termasuk best seller karena yang dibaca Bu Kanjeng sudah cetakan kedua di tahun 2004. Bu Kanjeng sangat sependapat saat Arvan Pradiansyah menuliskan di halaman 199   tentang "Pilihan - pilihan Inspiratif", rasanya sangat cocok dengan jenis tulisan Bu Kanjeng yang sangat sederhana.   Dipaparkan dalam buku tersebut yang intinya membaca cerita atau kisah dapat mengata

JANGAN REMEHKAN DONGENG

Image
                                                                                Sri Sugiastuti Heru Kurniawan dalam bukunya Kiat Praktis Menjadi Penulis Kreatif dan Produktif, tentang dongeng ia menuliskan bahwa Dongeng itu cerita paling kaya sedunia. Cerita yang punya hak untuk menceritakan berbagai hal. Ada ranting yang bisa menangis karena merindukan hujan, anak-anak ayam yang sedang mencari layang-layang, buku dan pensil yang setiap hari bertengkar, putri pangeran dan kurcaci yang kehilangan jejak langkah, tikus yang ingin berteman dengan gajah sampai hantu hantu penunggu buah mangga jatuh. Lalu, apa hubungannya dengan Bu Kanjeng? Jelas ada. Bu Kanjeng yang sudah merambah youtube dan ingin jadi penulis cernak sekaligus punya cita-cita jadi pendongeng di youtube ingin memahami seluk beluk cernak dan dongeng.  Membahas tentang dongeng, Bu Kanjeng teringat kegiatannya dua tahun lalu saat PGRI Jateng punya kerja. Bu Kanjeng berkesempatan hadir di acara puncak peringatan hari guru nasio

PUISIKU PUISIMU

Image
Ada Rindu  Sri Sugiastuti  Sebulan berlalu dalam bisu Triwulan melangkah masih kelabu Kembali hatiku terasa pilu Tak kuasa ucap lidahpun kelu Ada gelisah yang membelenggu Akankah kau pergi tanpa ragu Meninggalkan bumi Indonesiaku Agar kami tenang tak  terganggu  Pintaku dalam setiap doaku Asaku dalam balutan biru Tak lelah memohon pada-Mu Yakinku badai pasti berlalu Ada penat saat menunggu Ada bosan dalam galau Hatiku berbalut rindu  Ingin dalam dekapan-Mu Soloraya,  Hening malam, 21062020 Kenormalan Baru Aku Menunggu  Sri Sugiastuti  Kusambut  datangmu sayang  Segudang harapan terbayang  Di eramu hatiku masih bimbang  Ekonomi, kesehatan dan pendidikan akan gemilang  Tendis kau jangan menangis  Pedagang besar kau jangan sinis Bapak dan ibu guru ayo berbaris Mari bergerak jangan apatis Langkahkan kaki ayun gembira  Tiada lagi duka dan lara Selamat datang halo new era Kami akan ceria dalam bingkai cerita Kisahmu akan ku simpan  Kuabadikan dalam  tulisan Yang penuh makna dalam ketakutan 

KISAH DI BALIK COVER

Image
                                             Bu Kanjeng, Pak Roni, dan Omjay Dari sebuah foto banyak yang bisa ditulis, atau bisa jadi ide tulisan dengan berbagai pesan yang ingin disampaikan. Ah, yang benar? Apa iya? Apa bisa? Apa mungkin? Bu Kanjeng ingat saat menyimak materi yang diberikan Omjay dkk, di kelas belajar menulis via daring gratis. Lalu foto apa yang mau berkisah kali ini? Pembaca boleh menutup buku ini sejenak dan lihatlah foto di cover depan buku ini. Taraaa... Foto   3 orang berbaju PGRI sedang memegang buku. Bagaimana ceritanya kok foto itu bisa jadi cover depan? Itu salah satu ide kreatif Bu Kanjeng yang kadang muncul spontan lalu ditangkap. Bu Kanjeng yakin foto itu punya kenangan tersendiri bagi 3 orang yang ada di foto itu. Seperti apa kisahnya? Mungkin lain waktu Omjay dan Pak Heronimus akan berkisah secara khusus tentang foto  yang ada di cover depan itu. Bu Kanjeng khusus berkisah tentang foto itu melalui kaca mata 5 dimensinya. Foto tertanggal 14 Maret 2020 i

Pandemi Datang Aku Riang

Image
                                                Ibu Ketut Swastiwi Pandemi Datang Aku Riang Sri Sugiastuti  Pundak legam mendapat beban Demi PKK saat ada pandemi  Ada bahagia dan harapan  Bergeraklah mengabdi pada negeri Ada program kulahap Ada tugas kukunyah Ada koordinasi kutatap  Aku ingin semangat melangkah  Bergerak melibatkan Anak Usia Dini Mengajak para pemerhati pendidikan  Jangan apatis jangan egois dan emosi Ingat tujuan Indonesia di masa depan Pandemi membuat ku riang Banyak ide dan giat berserak  Ku yakin pandemi akan hilang Asal kita semua mau bergerak  Pandemi membuat ku hebat Guru dan orang tua bersinergi Jangan jadikan ini suatu yang berat Ingatlah pandemi pemicu kolaborasi  Pandemi ada aku suka Belajar menerima dengan tulus  Lebih kreatif dalam berkarya Ya pandemi membuat aku fokus Aku di rumah saja Tetapi ada yang kulakukan Berbagi tugas lewat angkasa Kusapa dan kuajak menjemput kemajuan  Ada even guru berbagi  Ada antologi puisi Ada kiat untuk mandiri  Pandemi kau v

Jangan Risaukan NEM, IPK dan Rangking

Image
Sri Sugiastuti  Pagi ini Bu Kanjeng menyimak berita viral yang dirangkum dengan kaca mata 5 dimensi dari tulisan Mas Menteri. Mas  Menteri Nadiem sekolahnya lebih lama di luar negeri. Tetapi ia juga paham dengan NEM, IPK dan Rangking. Lalu muncullah viral pendidikan yang mematahkan mitos NEM, IPK dan Rangking. Mas Menteripun buka bukaan kalau beliau mengarungi Pendidikan selama 22 Tahun; di TK 1 tahun, di SD 6 tahun, lanjut SMP-SMA 6 tahun, S1 4 tahun dan S2 & S3 selama 5 tahun.  Mas Menteri punya pengalaman mengajar selama 15 Tahun di Universitas di 3 Negara Maju; AS Korsel, Australia dan juga di Tanah Air. Ia  menjadi saksi betapa tidak relevannya ke-3 konsep di atas terhadap kesuksesan.  Mas Menteri punya alasan yang didukung dukung oleh Riset yang di lakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 Millioner di US Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IP

HIDAYAH HARUS DICARIAGAR TIDAK MERUGI

Image
Sri Sugiastuti  “Pada dasarnya, semua orang mendapatkan hidayah itu. Pada satu titik dalam kehidupannya, setiap manusia di dunia pada dasarnya pernah berpikir tentang siapakah dirinya, mengapa dan untuk apa dia hidup, dan adakah kekuatan di atas kekuatan hidupnya. Hanya saja, ada yang kemudian mencari dan menelisik, ada pula yang membuangnya jauh-jauh atau melupakannya. Yang mencari pun ada yang caranya salah dan keliru.” (Hanum Salsabila Rais) “Barang siapa menyeru kepada hidayah, maka akan ia memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa menyeru kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dosa mereka.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, ad-Darimi.  At-Tirmidzi berkata hadis hasan shahih. Shahih Muslim, no. 2739; Sunan at-Tirmidzi, no. 2674; Sunan Abu Daud No. 4611; Sunan Ibnu Majah, no. 206; Musnad Ah

WASPADA CORONA BELUM MEREDA

Image