Posts

Showing posts from May, 2020

LEBARAN TANPA MUDIK

Image
Sri Sugiastuti
Seharusnya hari ini terjadi arus balik yang cukup ramai seperti kebiasaan rutin setiap Hari Raya Idul Fitri. Tetapi tidak untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini yang terhadang Corona. Mudik sangat identik dengan penyebaran virus Covid-19 dan ini sudah diantipasi sejak awal. Jadi kebijakan dilarang mudik harus diterima dengan lapang dada oleh para pemudik.
Mudik yang sudah dinanti setiap tahun saat Ramadan berakhir, untuk tahun ini closed. Lalu lalang, hingar bingar nuansa mudik dan lebaran yang jadi budaya bangsa Indonesia untuk tahun cantik 2020 Masehi, atau si cantik 1441 Hijriah tidak ada sama sekali. Adanya Karantina 14 hari sebagai ancaman untuk mereka yang berani mudik. Hal ini benar-benar membuat kota Solo tempat Bu Kanjeng tinggal jadi sunyi sepi.
"Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Surat Edaran (SE) No. 4 Tahun 2020 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tak menggugurkan larangan mudik. Ia memastikan mudik tetap dilarang. "SE Gu…

QUE SERA SERA (35 )

Image
Sri Sugiastuti

When I was just a little girl I asked my mother what will I be Will I be pretty will I be rich Here's what she said to me Que sera sera Whatever will be will be The future's not ours to see Que sera sera What will be will be
Menghitung bulan, minggu dan hari. Suka tidak suka harus dilalui dan berpasrah diri pada Ilahi. Akan datang gemilang di padang terang. Ikhtiar dan bersabar agar segera kembali berkibar.
Ada harapan dibalik ujian. Ada semangat ketika Corona mencegat. Ada kerinduan di awal larangan Ada koreksi ketika harus berhenti
Rindu tuk kembali mengajar di sekolah. Kangen celoteh manja bocah. Cukup bosan berlama-lama di rumah. Jalani kenormalan baru yakinkah?
Segudang harapan tuk masa depan selalu menantang. Pemahaman dan kesadaran akhirnya datang Hilangkan jenuh yang membayang Ayo bangkit dan Covid-19 kita serang.
Ingatlah protokol kesehatan bila kembali ke sekolah. Bekali diri dengan iman dan imun tubuh Jangan biarkan diri dan hati lemah Sesungguhnya ada ke…

15 KIAT MENUJU NORMAL BARU (34)

Image
Sri Sugiastuti 
Pandemi berhasil memunculkan istilah baru. Tiga bulan bersama Covid-19 berhasil membuat tatanan baru yang membuat Bu Kanjeng sadar bahwa segala sesuatu bila sudah dikehendaki Allah, apapun bisa terjadi. 
Bu Kanjeng tak perlu berpikir apakah pandemi ini ulah manusia atau hasil konspirasi negara besar yang super duper. Abaikan berita hoax atau semi provokasi yang membuat kepala jadi pening dan asam lambung meningkat. 
Bu Kanjeng hanya perlu berprasangka baik atau husnuzan kepada Allah, kepada diri sendiri dan kepada sesama manusia. Sepertinya dengan menjalankan Husnuzan sebagai sarana menuju sehat fisik dan mental itu sangat penting. 
Ada 15 tahapan berupa pesan yang bisa dimaknai sebagai gaya hidup baru saat di saat ada pemberlakuan Normal Baru. Pandemi jadi pembelajaran yang istimewa sekaligus menyadarkan manusia untuk hidup sehat dan berpikir positif atau selalu berbaik sangka ( husnuzan) 

1. Makanlah yang  menyehatkan lagi Halal. Jauhi makanan dan minuman Haram. Buk…

BERTANAZUL

Image
Sri Sugiastuti
“Bagi mereka yang pernah berhaji mungkin sudah mendengar istilah "tanazul/haji tanazul", atau malah mungkin diantara pembaca termasuk yang mengerjakan haji-nya lewat program tanazul. Kata tanazul sendiri lazim banyak muncul di kalangan sufi yang berarti pengenalan Allah Swt. melalui hati yang langsung terbuka untuk mengenalNya. Sementara pengertian Tanazul dalam program haji adalah proses ibadah haji yang pelaksanaannya diluar jama'ah haji atau tidak berbarengan dengan rombongan haji kemenag. Dengan kata lain memisahkan diri dari rombongan haji kemenag dan melakukan prosesi hajinya bersama kelompok peserta haji tanazul.Peserta haji tanazul biasanya lebih dulu pulang dibandingkan jama'ah lain” dikutip dari artikel salah satu kompasianers yang berkisah tentang tanazul.
Bu Kanjeng yang berhaji tahun 2006 bersama ibunya yang pasca stroke. Mereka didampingi adik dan suaminya memutuskan bu Kanjeng harus bertanazul yang artinya keluar dari rombongan. Alasann…

MELAWAN COVID – 19 MARKIRAK ( MARI KITA BERGERAK) (34)

Image
Sri Sugiastuti
MELAWAN COVID – 19 MARKIRAK ( MARI KITA BERGERAK)  (34)

Sri Sugiastuti
Ahay... Bu Kanjeng mendapat istilah baru dari komunitas yang diikuti. COKRO, Timeline yang menayangkan video Benny Siregar ketika broadcast tentang wawasan mau pilih Ekonomi atau Kesehatan. Nah loh! Bingungkan! Tidak usah bingung ya, dengan satu kata " MARKIRAK" insyaallah kita akan bangkit kembali.
Dalam paparan yang cetar Bu Kanjeng dibuat tersenyum. Diakui Bu Kanjeng kalau seorang Benny Siregar sebagai orator yang keren dan  bisa menjelaskan secara gamblang apa yang harus  kita perbuat dalam kondisi dan situasi seperti saat ini. Ya melawan covid-19
Diawali dengan situasi di Inggris yang sudah mulai membuka Lockdown dan sibuk dengan Beltout atau pembenahan ekonomi akibat Pandemi sementara di Indonesia masih sibuk dengan Bantuan sosial. Ada Perdebatan sengit antara yang pro ekonomi dan  pro kesehatan. Hal ini bagaikan makan buah simalakama.
Yang pro ekonomi sangat khawatir kalau terlalu …

KIAT SILAHTURAHMI SAAT CORONA (33)

Image
Sri Sugiastuti

Waktu bergulir, dan tiba di penanggalan 2 Syawal 1441H. Orang biasa menyebut denganLebaran hari kedua. Dalam kondisi normal hampir di setiap daerah akan dipadati kaum mudik. Tetapi tidak untuk Lebaran kali ini. Seluruh negara masih berperang melawan Covid-19. Si Virus nakal itumenghalangi semuarencana yang sudah ditata apik jauh hari sebelumnya.
Apakah ini masalah buatBu Kanjeng dan keluarga? Pastinya iya. Tetapi Bu Kanjeng berusaha menghadapinya dengan berpikir jernih. Ia tak mau stres. Di hari pertama Lebaran, Bu Kanjeng sekeluarga duduk manis di rumah dan open house sebentar untuk anak mantu dan besan. Tidak afdol rasanyalebaran tanpa sungkeman dan makan lontong opor bareng. Momem satu hari itumasih bisa dinikmati Bu Kanjeng dan keluarga. Alhamdulillah.
Nah di hari ke dua Lebaran, suasana rumah semakin adem dan tertata. Tiga anggota anaknya, Bapak dan Ibu berbagi tugas membersihkan rumah sebelum pergi.Tanpa sarapan rumah sudah bersih dan rapi, mereka pun keluar rum…

17 HAL PENTING SAAT HIDUP DI TENGAH COVID -!9 ( 32 )

Image
Sri Sugiastuti
Bu Kanjeng dengan kaca mata 5 dimensinya kembali menyimak warta yang beredar di dunia maya dan perlu direnungkan. Info dari mana pun harus dicerna dulu, tidak boleh asal telan itu berbahaya.
Seperti yang dibaca kemarin bersumber dari https://theazb.com/we-will-live-with-covid19-for-months-lets-not-deny-it-or-panic-dr-faheem-younus/Ada hal-hal yg berguna dan gamblang dari kepala klinikpenyakit menular, Universitas Maryland USA:
1. Bisa jadi kita hidup dengan C19 untuk beberapa bulan atau tahun. Sebaiknya kita bersikap tidak menolak atau panik. Ayo jangan bikin hidup kita menjadi tidak bermanfaat. Segera belajar untuk menerima kenyataan ini. Hal ini suatu ajakkan untuk Bu Kanjeng dan keluarganya tetap hepi menghadapi Covid-19.
2. Kamu tidak akan bisa menghancurkan virus C19 yang bisa berpenetrasi ke dinding sel, minumlah air panas sebanyak-banyaknya, paling-paling kamu hanya akan lebih sering ke kamar mandi. Jadi kebiasaan minum air hangat harus dibiasakan agar si vir…

KIAT HAPPY LEBARAN BERSAMA COVID -19 (31)

Image
Sri Sugiastuti
Ramadan 1441 akhirnya di penghujung. Bu Kanjeng agak limbung. Ramadan kali ini membuat hatinya merana. Dunia harus melawan corana. Banyak upaya dicoba agar semua baik-baik saja. Jangan pernah membuat berprasangka Allah tak peduli pada umat-Nya.
1 Syawal 1441 H bertepatan dengan tanggal 24 Mei 2020.M Kegalauan Bu Kanjeng untuk melaksanakan salat Ied berkecambuk. Salat Ied di masjid atau di rumah atas perintah Pak Kanjeng. Ia sangat rindu masjid. Sudah tiga purnama serambi masjid tempat Bu Kanjeng tolabul ilmi, silaturahmi juga salat berjamaah Subuh barokah tak pernah dikunjungi sejak wabah coro na.
Salat taraweh pun cukup di rumah padahal suara azan salat 5 waktu tetap terdengar dari masjid yang berjarak kurang50 meter darj rumahnya. Bu Kanjeng kehilangan momen itikaf dan tadarus di masjid. Ritual itu harus berganti lokasi. Ya dikerjakan di rumah.
Tadi pagi Bu Kanjeng nekat. Kurang dari pukul 06.00, ia menyusup masuk ke dalam masjid lengkap dengan mukena, masker dan sa…

KIAT MENULIS DI SAAT COVID 19 MELANDA ( Fakta atau Hoax 31)

Image
Sri Sugiastuti
Kiat menulis ala Bu Kanjeng di tengah covid-19 bisa simak di artikel berikut ini. Ia hanya menulis apa yang ingin ditulis. Ia banyak membaca, mendengar, mengamati dan bertanya pada dirinya sendiri. Selanjutnya terserah pembaca. Yang jelas Bu Kanjeng sudah menunaikan hajatnya yaitu menulis. Yuk dilanjut membacanya. Siapa tau terinspirasi dan sedikit memberi pencerahan.
Tak terasa Indonesia berada di tengah Covid-19 genap 2 bulan. Korban pun berjatuhan terutama di garda terdepan. Paramedis dan dokter yang menangani langsung pasien yang terkena virus tersebut. Kenyataan ini bagi Bu Kanjeng seperti mimpi buruk di siang bolong.
Data yang terekam di tanggal 21 Mei 2020 ada tambahan 973 kasus positif Covid-19 baru di Indonesia, sehingga total 20.162 kasus. Memang kalau dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang lebih dari 270 juta masih kecil. Santai saja lah.
Indonesia tidak sendiri, seluruh negara di dunia baik itu negara maju atau berkembang semua kena wabah pandemi Co…

MENJEMPUT HUSNUL KHOTIMAH

Image
Sri Sugiastuti

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”(Q.S. Ali Imran: 185)

Berbekal keyakinan ayat di atas, Bu Kanjeng dan Pak Kanjeng menuju pondok pesantrin weekend yang bernama Husnul Khotimah. Untuk sampai ke lokasi yang berada di Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Bu Kanjeng dan rombongan menuju pondok Husnul Khotimah dengan tekad dan perjuangan yang lumayan gigih. Penyebanya adalah denah yang diberikan panitia dan google maps sangat berlawanan. Entahlah, mengapa bisa begitu. Sambutan yang ramah dari panitia mengajak mereka segera berwudu dan lanjut salat berjemaah di masjid yang cukup megah dengan ormanen etnik Jawa. Rasa kesal dan penasaran pun sirna.
Selesai salat, peserta, atau dipanggil dengan santre weekend diberi kunci kamar sesu…

LAVA TOUR, SERATUS RIBU PUAS

Image
Sri Sugiastuti
“Anda senang, saya puas”. Apa artinya uang 100 ribu buat Bu Kanjeng.? Lumayan berharga uang itu bisa untuk jatah belanja makan siang guru dan karyawan di sekolahnya. Sore tadi kepuasan Bu Kanjeng terbayar tunai seratus ribu rupiah plus setelah mengikuti Lava Tour.
Rencana refresing keluarga besar sekolahnya sudah dirancang sebulan lalu. Tujuannya Yogyakarta dengan obyek wisata, Merapi Park, Museum Gunung Merapi, dan Gardu Pandang sekaligus jadi tempat penjemputan Lava Tour bagi yang ingin mengikuti.
Pak Kanjeng menolak ketika ditawari ikut paket Lava Tour. Bu Kanjeng juga ragu karena 4 tahun lalu ia sudah ngebolang kesana dan singgah ke rumah Mbah Marijan yang fenomenal. Apalagi Pak Kanjeng yang over protect selalu mengingatkan bahwa Merapi yang tidak bisa diprediksi dan cuaca ekstrim yang kadang tidak bersahabat.


Usai salat dan makan nasi kotak yang dipesan panitia dari lokasi setempat, peserta Lava Tour bersiap. Ternyata panitia kurang cermat. Harusnya cuma 5 Jeep me…