Posts

Showing posts from October, 2020

PRAVITE FASHION SHOW

Image
Private Fashion Show Sti  Sugiastuti  Ketika Bu Kanjeng berkunjung ke Turki pada tahun 2014, ia dan rombongan diajak tour guide lokal (jadi kita ada 2 tour guide. Satu dari Indonesia yang ikut barengan dari Indonesia sampai Turki dan satunya lagi yang lokal), ke Sivio Fur, toko fashion yang menjual bermacam barang dari kulit asli. Misalnya jaket, sepatu, tas dan dompet juga fashion lainnya. Bu Kanjeng serasa menjadi borjuis semu yang bisa menikmati fashion show, menjadi pengunjung kehormatan dengan duduk manis melihat cowok ganteng dan cewek ayu yang megal megol di cat walk dengan busana casual memamerkan aneka jaket, mantel dan busana lain yang memikat. Peragawati dan peragawan memperagakan jaket-jaket kulit. Seperti layaknya fashion show sebenarnya, tiap jaket dipasang nomor-nomor tersendiri, sehingga jika tertarik, tinggal menyebutkan nomornya saja. Atau jika tidak ada yang cocok, bisa melihat ratusan jaket kulit yang sudah terpajang di toko mereka. Tinggal pilih, dan ka

EPHESUS TURKI DAN GRAND THEATER

Image
Ephesus Turki dan Grand Theater Sri Sugiastuti  Hari ketiga Bu Kanjeng di Turki berkesempatan mengunjungi Ephesus. Dalam bayangan Bu Kanjeng Ephesus itu kerajaan Romawi yang megah seperti yang sering disaksikan di film kolosal kerajaan zaman Romawi dengan pakaian kebesarannya. Hups ternyata salah besar.  Letak tempat parkir lumayan jauh dan dihadapkan pada penjual cindera mata walaupun tak seramai di lokasi makam Bung Karno Blitar. Udara sejuk menyusup di tubuh Bu Kanjeng yang sudah memakai baju lumayan tebal.  Bayangan Bu Kanjeng ternyata melesat jauh. Apalagi setelah Mr Bullent mengatakan bahwa Ephesus terkena gempa dan tertimbun. Baru ditemukan reruntuhan beberapa abad kemudian. Jadi yang dilihat sisa-sisa keruntuhan yang berusaha dirangkai kembali walaupun tidak bisa utuh.  Di bawah pohon zaitun yang cukup tua di bawahnya berjatuhan buah zaitun yang sepintas berwarna ungu tua seperti buah duwet. Bullent berkisah bahwa  di dalam kompleks Ephesus ini  terdapat Grand theater.  Bukan p

WARNA INDAH DI UDARA

Image
Sri Sugiastuti  Hunting sesuatu yang bisa diabadikan jadi salah satu hobi baru Bu Kanjeng.  Bermodalkan kamera sederhana atau hape android yang tidak terlalu canggih pun , asalkan mendapat momen yang pas mantap Bu Kanjeng akan mendapatkan foto yang bisa membuatnya vberdecak eedecak kagum. Dalam perjalanan  di bumi Allah nun jauh disana, yang sejak awal sudah diniati khusus jalan-jalan, makan, tidur dan berpindah dari satu hotel di satu kota ke hotel yang lain . Dari kota kecil dan terakhir bolak balik dari benua Asia ke benua Eropa. Ya karena Istanbul ada di dua benua itu yang kaya akan budaya dan memiliki peradaban yang luar biasa. Nah, sepertinya kalau traveling tanpa ada foto pasti ngga asyik ya. Kali ini Bu Kanjeng mau berbagi kisah dari foto yang ada di atas. Warna indah di udara berhasil memesona hati Bu.Kanjeng. Ada yang penasaran ngga mungkin bertanya foto dimana? Kapan? Mengambil fotonya dari mana? Atau juga ada yang penasaran foto apa itu? Ini jawabannya. Kira-kira samakah de

MASJID BIRU ISTANBUL

Image
                                                                SRI SUGIASTUTI Salah satu tempat wisata yang didamba di Istanbul adalah Masjid Biru. Jadi rasanya kurang asyik jika belum berkunjung ke Masjid Biru saat berlibur di Turki. Kali ini Bu Kanjeng sampai juga k e Masjid Sultan Ahmed arau disebut Masjid Biru karena menggunakan lantai berwarna biru. Konon masjid tersebut merupakan salah satu dari dua masjid di Turki yang memiliki enam menara. Selain itu, masjid tersebut merupakan masjid Ottoman yang paling menarik untuk difoto. Bu Kanjeng sebenarnya punya foto lumayan banyak sayangnya kamera keburu raib, saat belum sempat dicetak atau diabadikan di medsos. Ya sudah tidak perlu disesali.  Beruntung sekali Bu Kanjeng bisa salat dii masjid Biru yang merupakan salah satu masjid termegah di Turki. Bu Kanjeng bisa mengamati jamaah umrah dari berbagai penjuru dunia yang ada di masjid.tersebut.  Loh kok bisa? Ya, karena para jamaah menjadikan Masjid Biru salah satu destinasi wisata setel

BUNGA-BUNGA DI ISTANBUL

Image
 

DARI EROPA KE ASIA

Image
Sri Sugiastuti  Dari Eropa  ke Asia hanya sekejap? Maksudnya bagaimana ya? Sejak Bu Kanjeng SMP, saat belajar sejarah dunia dan geografi lalu mengenal atlas ia paham kalau kerajaan Persia yang sekarang dikenal dengan  negara Turki ada di dua benua. Sejarah panjang berkisah ada kota Konstantinopel yang sebelumnya milik Romawi bisa direbut Otomman namanya pun berganti jadi  Istanbul.Karena Bu Kanjeng berkesempatan berada disana dan masih punya foto yang bisa berkisah.Ia terpaksa buka peta dan taraaa..memorinya pun berkerja. Setelah setengah hari di perjalanan dari bandara yang ada di Istanbul bagian Eropa ia dan rombongan mau ke belahan Asia dengan naik  ferry. Nah itu foto Bu Kanjeng dan adiknya . Setelah makan siang di restaurant dekat dermaga yang menyediakan menu ikan lokal yang luar biasa yummy. Itu hari pertama kali  Bu Kanjeng menikmati makanan orang Turki.  Makanan lengkap dari mulai pembuka sampai penutup. Selain menu ikan ada salad sayur yang disiram denfan minyak zaitun untuk

JALUR SUTERA CARAVANSERAI

Image
Sri Sugiastuti  Saat berada di Konya Turki Bu Kanjeng dan rombongan sampai juga di Caravanserai. Menurut Om Wiki  Karavan (atau karavan adalah penginapan pinggir jalan di mana para pelancong ( karavan ) dapat beristirahat dan memulihkan diri dari perjalanan hari itu. Bisa juga diartikan Caravanserais yang mendukung arus perdagangan, informasi, dan orang-orang di seluruh jaringan rute perdagangan yang meliputi Asia, Afrika Utara , dan Eropa Tenggara , terutama jalur yang terletak di sepanjang jalan pedesaan di pedesaan, caravansera versi perkotaan juga secara historis umum di kota-kota di seluruh dunia Islam  Mr Bullent menjelaskan bahwa yang dikunjungi saat ini tempat persinggahan untuk rehat sesaat para pedagang atau orang yang mengadakan perjalanan panjang. Istilah kerennya rest area. Sepintas terlihat tempatnya gersang tetapi ketika masuk ke bangunan tersebut sudah disulap menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Jadi kisahnya  saat perjalana

PERPUSTAKAAN CELCIUS

Image
 

BUMI TURKI NAN MEMESONA

Image
Sri Sugiastuti  

MUHAMMAD AL FATIH 1453

Image
Sri Sugiastuti Buku warna kuning berjudul Muhammad AlFatih 1453 ikut bersama Bu Kanjeng selama 10 hari ada di tas saku Bu kanjeng.  Buku ini lumayan lengkap, bermanfaat dan menginspirasi. Paling tidak dari kisah yang dibacadi buku tersebut lalu mengunjungi tempat-tempat bersejarah itu, jadi melengkapi perjalanan Bu Kanjeng ke bumi Ottoman. Muhammad AlFatih disebut sebagai orang yang menaklukkan kota Penaklukan kota Konstantinopel di masa Kekhalifahan Turki Utsmani merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam perkembangan Islam. Penaklukan Konstantinopel ini dilakukan di masa sultan ke-7 dari Kerajaan Turki Utsmani, yakni Muhammad Al-Fatih atau dikenal dengan Mehmet II. Turki Utsmani tercatat mengalami kejayaannya di bawah pimpinan Sultan Mehmet II yang dikenal dengan sebutan al-Fatih (sang penakluk). Sebab di masanya, pemerintahan Islam berhasil menguasai Konstantinopel, kota yang paling tak tertembus di dunia kala itu. Sultan Mehmet II dilahirkan pada 30 Maret 1432 di Edirne.

RUMAH PENGRAJIN KARPET

Image
Pernah dapat oleh-oleh sajadah? Sajadah tebal dengan label made in Turkey? Ya ingat Turki ingat sajadah atau karpet buatan Turki. Nah traveling ke Turki kalau tidak mampir ke pabrik pembuatan karpet sepertinya ngga afdol ya. Hmm, ini ada kisah Bu Kanjeng saat mengunjungi kampung karpet di Turki Bu Kanjeng dan rombongan dibawa ke tempat berbelanja pun lengkap tinggal kocek yang dimiliki. Khusus penggemar karpet Turki saatnya tuh melengkapi koleksinya. Barang biasanya  dikirim via kargo. Bagaimana dengan Bu Kanjeng? Cukup puas melihat proses pembuatannya dan memandangi sekaligus mengaguminya. Aneka jenis karpet dan tingkat kerumitan pembuatannya terhampar di galari carpet itu. Ada Pak Mustofa, yang sepertinya  pemilik Synthesis Carpet / Sentez Avanos Hali). Syinthesis Carpet bukan sekedar toko, pemilik juga menjalankan sekolah membuat carpet.  Masuk ke dalam, kami tidak langsung disuguhkan dengan aneka motif karpet tetapi diberi pemandangan para pengrajin karpet yang sedang asyik menenun

GOROME OPEN AIR MuSEUM

Image
Sri Sugiastuti Masih ikut Bu Kanjeng ngebolang ke Turki ya. Kali diajak Bu Kanjeng ke Gorome Open Air Museum yang berlokasi tidak jauh dari pusat kota Goreme, Cappadocia. Masih ingat kan kisah Bu kanjeng yang diomelin sama Pak Guider Mr. Bullent. Nah kali ini berbagi sedikit tentang museum itu ya. Traveling dengan biro perjalanan salah satu keuntungannya anti ribet tinggal duduk manis bermodal nikmat sehat, dan sempat. Terpenting ya karena niat dan ada izin dari-Nya. Menurut Bu Kanjeng berkunjung ke Kapadokia yang merupakan situs menarik.Seperti yang dilansir dari Goreme, Kamis (4/5/2017), karena keunikannya, UNESCO pun menobatkan bangunan Museum Goreme Open Air tersebut sebagai salah satu warisan dunia dan patut untuk dilindungi. Hingga saat ini, museum tersebut menjadi spot favorit turis mancanegara saat berkunjung ke Turki. Berkunjung ke Museum yang maha luas ini perlu waktu setengah hari lebih dan membutuhkan stamina yang luar biasa. Walaupun udara cukup sejuk karena di bulan

ISTANA TOPKAPI

Image
Sri Sugiastuti  

LAUT MARMARA

Image
Sri Sugiastuti Siapa yang menyangka kalau foto keren di atas hasil klik-klik.Bu Kanjeng saat berada  di dalam bus yang melintas di jalan bebas hambatan yang tak jauh dari tepi pantai.laut Marmara Seandainya bukan di negara orang, pasti Bu Kanjeng sudah meminta sang sopir berhenti sejenak  dan Bu.Kanjeng beserta rombongan berhamburan turun lalu menghirup udara segar pantai dan menjelajahi sambil selfie sana sini Sayang Bu Kanjeng sadar kalau mereka berada di belahan bumi Allah yang lain bukan di negaranya..Keindahan laut Marmara dengan ombaknya yang tenang, airnya yang berwarna biru langit membuat Bu Kanjeng penasaran tetapi harus ditahan. Ada waktunya Rombongan akan  tamasya di Laut Marmara dan Selat Bosphorus. Naik kapal pesiar mengarungi Laut Marmara dan Selat Bosphorus adalah salah satu agenda selama Bu Kanjeng berada di Turki. Sungguh laut Marmara memberi kesan tersendiri di hati.  Bu Kanjeng   sudah membayangkan selain menikmati berbagai keindahan bangunan-bangunan peninggalan Ott

Turkish Delight Yummy

Image
SRI SUGIASTUTI  Tidak afdol rasanya bila berwisata pulang tidak bawa oleh-oleh atau berbagi kisah tentang makanan yang dijumpai saat traveling. Begitu juga dengan Bu Kanjeng yang ingin berbagi kisah aneka camilan khas Turki. Berada di antara dua benua Asia dan Eropa membuat sajian khas Turki memiliki keunikan yang tak dimiliki oleh negara lain. Sementara orang hanya mengenal kebab khas  Turki  saja yang populer. Padahal banyak sekali  aneka dessert khas negara dengan ibu kota Ankara ini juga tak kalah lezatnya. Ketika traveling ke Turki full 10 hari tiap malam tidur di hotel, siang di jalan dan di tempat wisata plus makan siang membuat selera dan lidah Bu Kanjeng pun berpetualang.  Aneka jenis makanan penutup di Turki hampir rata-rata ada perpaduan rasa  creamy dengan aroma rempah, serta kacang-kacangan yang selalu hadir dalam kudapan Timur Tengah, menghasilkan cita rasa unik yang sayang untuk dilewatkan. Karena hampir tiap sarapan dan makan malam.di hotel. Bu Kanjeng  akhi

BELAJAR KEHIDUPAN DARI JALALUDDIN RUMI

Image
Sri Sugiastuti  Siapa tidak kenal Jalaluddin Rumi? Dia adalah seorang sufi asal Turki yang memiliki banyak karya tentang kehidupan dan cinta. Nah Bu Kanjeng  bersyukur  bisa menginjakkan kaki di Konya Turki? Di sana berdiri dengan megah Museum Mevlana Jalaluddin Rumi. Bu Kanjeng dan adiknya yang sangat mengagumi karya penyair ini serasa terobati dan dibawa dalam kehidupan Rumi. Musik lembut terdengar di salah satu ruamg museum itu. Saat masuk ruang utama yang ada makam Rumi. Alas kaki dilepas. Disediakan tas plastik untuk menyimpan alas kaki. Konon.disana ada juga jenggot Raulullah. Lampu temaran dan musik lembut memberi suasana terasa sakral. Sosok Jalaluddin Rumi juga seorang penyair dan penulis. Dimana karya-karya Rumi selalu memberi nasehat tentang kehidupan agar menjadi lebih baik. Dan karya Rumi sangat mengagumkan. Bu Kanjeng asyik menyusuri tiap sudut ruangan yang penuh sejarah. Dan kutipan dari syair dan karya tulis Jalaluddin Rumi  rasanya bisa digunakan untuk Penyemangat diri

KUDA TROYA

Image
  Sri Sugiastuti  Bus wisata ukuran besar yang difasilitasi wifi keluar dari Bandara. Sebelum  menembus jalan tol,  berbelok ke arah toilet terdekat di samping  sebuah kedai minuman dan makanan. Bu Kanjeng dan rombongan mengawalinya dengan wisata toilet. Ahay Bu Kanjeng dibuat terpesona dengan kebersihan toilet layaknya toilet di bandara. Biasalah setelah ke toilet ada kesempatan untuk masuk kedai. Dan segelas teh Turki Cay dengan gelas ukuran mini diseruput Bu Kanjeng dengan teman sepotong roti. Lumayan semakin segar dan bersemangat memulai traveling yang diawali dari situs kuno yang awalnya dianggap mitos ternyata di abad 19 ditemukan reruntuhannya dan saatini diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Rupanya wisata sudah dimulai sebelum masuk hotel ada 2 tujuan  yang dikunjungi. Salah satunya situs kuno di Hisarlik Canakkale, yang menjadi saksi bisu peradaban manusia, peradaban Troya yang terlupa. Tetapi masih ya ingat dengan film layar lebar tentang film Troy yang dibintangi Bratt

TERBANG BERSAMA TURKISH AIRLINES

Image
Sri Sugiastuti  Bu Kanjeng baru saja selesai dari toilet dan bersiap boarding setelah bertemu rombongan di meeting point yang sudah ditentukan. Sambil menunggu kelengkapan admin sebelum menuju ruang tunggu. Bu Kanjeng mulai berkenalan dengan peserta lain yang ikut dalam rombongannya  tour selama 10 hari di Turki. Mengamati kesibukan di bandara dan melihat kelompok penumpang, Bu Kanjeng  menduga mereka adalah rombongan jemaah umroh yang ikut paket  Umroh plus tour ke Turki. Ternyata benar. Ketua rombongan terlihat sibuk. Dan Bu Kanjeng bisa menyapa mereka. Ya jadwal mereka wisata dulu ke Turki selama 3 hari mengunjungi Istanbul dan Bursa. setelah itu baru ibadah umroh. Itu salah satu paket yang ditawarkan biro perjalanan Umroh dan wisata. Penerbangan Jakarta, Singapura menuju Istanbul cukup jauh. Ya Bu Kanjeng akan menempuh Penerbangan jarak jauh dengan Turkish Airlines pastinya cukup menyenangkan dan menjadi pengalamannya yang kedua naik pesawat  berbadan lebar dengan waktu

MENU Di PESAWAT TURKISH AIRLINES JAKARTA-ISTANBUL

Image
Sri Sugiastuti Traveling pasti identik juga dengan menu makan selama di perjalanan. Bu Kanjeng dan kedua adiknya melakukan perjalanan panjang Jakarta-Singapura Istanbul.  Menurutjadwal perjalanan itu memakan waktu lebih dari 12 jam. Pesawat sempat transit di bandara Changi 45 menit, untuk ambil penumpang. Saat itu penumpang diminta turun dan melakukan pemeriksaan yang super ketat. Menunggu 45 menit terasa sangat singkat. Selama perjalanan banyak yang bisa dilakukan. Walaupun Bu Kanjeng sempat menengok ke jendela pesawat beberapa kali, dan lagi lagi masih tetap terlihat gelap. Fasilitas yang memanjakan penumpang Turkish Airlines banyak sekali. Dari mulai perlengkapan yang bisa digunakan di dalam pesawat yang dikemas rapih dalam kotak kaleng seperti tempat pensil yang berisi krim pelembab, sabun, lotion, kaos kaki, sandal ruangan sikat gigi, handuk kecil, masker mata, wah pokoknya lengkap sekali. Bagaimana dengan menu yang disajikan selama perjalanan?  BuKanjeng sempatmencatat daftar men

ANATOLIA

Image
Anatolia Sri Sugiastuti Bu Kanjeng pertama kali berjumpa kata Anatolia di buku ensiklopedi saat duduk di bangku SMP. Saat traveling 10 hari di Turki vocab Anatolia kembali muncul.Mr Bullent banyak berkisah tentang Anatolia. Konon jauh berabad-abad yang lampau, daratan Asia Kecil atau Anatolia dihuni oleh masyarakat Romawi dan Yunani kuno. Mereka termasuk golongan  bangsa Hatti, Hurriyah, Iberia, Lydia, dan Galatia. Mereka masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa. Saat Islam berjaya tanah Anatolia kini hampir seluruhnya dihuni oleh orang-orang yang menamai diri mereka sebagai bangsa Turki. Padahal sebelumnya dikuasai Romawi kuno. Nah sisa-sisa peninggalan peradaban Romawi dan Yunani kuno masih dapat kita jumpai di Anatolia, nilai-nilai yang mengakar di tengah-tengah masyarakat di kawasan tersebut hari ini hampir sepenuhnya Turki. Mulai dari bahasa, kesenian, hingga adat istiadat mereka. Wah Bu Kanjeng semakin penasaran. Googling pun beraksi dari Repulika akhirnya dapat in

PAMUKKALE COTTON CASTLE

Image
Sri Sugiastuti  Dalam bahasa Turki, Pamukkale berarti kastil kapas. Sebutan tersebut memang ada benarnya, karena objek wisata yang berada di kawasan Denizli ini menawarkan pemandangan serba putih bak di negeri dongeng. Alhamdulillah Bu Kanjeng beserta dua adiknya berkesempatan mengunjungi obyek wisata itu. Ketika sampai disana cuaca cukup bersahabat cerah tetapi teduh, ya kisaran pukul 16.00 tidak terlalu panas. Menuju obyek wisata itu dari tempat parkir bus lumayan jauh. Tetapi di kanan kiri pengunjung bisa melihat keindahan alam jadi tidak terasa akhirnya sampai di lokasi Pamukkale the cotton castle atau istana kapas. Sepanjang mata memandang memang yang terlihat seperti hamparan kapas yang berserak ​Warna putih seperti kapas itu  berasal dari hidrogen karbonat dan kalsium yang terkandung dalam air panas. Akibat kandungan dalam air panas yang selalu meningkat ini, lama-lama lokasi keluarnya air panas ini membentuk seperti lapisan kapur putih dan menyerupai air terjun beku. Dari kejau

DWI LESTARI

Image
Dwi Lestari Sri Sugiastuti "Mba, mau ngga saya ajak beribadah haji tahun ini?" Suara Dwi di telpon dari warnet tempat Pratiwi bicara mengagetkan jantungnya. Saat itu ia berada di pasar Klewer membeli pesanan ibunya. Bu Ambarwati yang biasa meminta Pratiwi membelikan barang yang dibutuhkan Bu Ambarwati yang sudah tua tetapi masih saja melayani temannya bila ada yang memesan sesuatu dari Solo. Pesanan makanan khas Solo dari mulai srundeng sampai sambal pecel. Kadang menjelang Lebaran ada sarung atau kain batik dan daster.  Lutut Pratiwi terasa lunglai. Ia bersegera ke masjid Agung, berwudu dan sujud syukur sekaligus menunaikan salat asar. Masih terngiang ucapan Dwi Lestari adiknya yang berniat mengajak Pratiwi dan ibunya beribadah haji. Pratiwi diminta segera ke Jakarta untuk mengurus paspor dan pernak pernik perlengkapan administrasi Ibadah haji.  Sampai di rumah Pratiwi meminta izin kepada suaminya, bahwa ia diajak adiknya bersama ibunya menunaikan ibadah haji tah

Mausoleum Mustafa Kemal Ataturk

Image
Mausoleum Mustafa Kemal Ataturk Sri Sugiastuti  Traveling bersama Biro Perjalanan Panorama paket Marvelous Turkey tahun 2014  sungguh anugerah Allah yang wajib disyukuri. Keberadaan keponakan Bu Kanjeng yang kuliah di Turki, menggerakkan hati Bu Tari sebagai adik Bu Kanjeng, mengajak Bu Kanjeng dan adiknya berwisata ke negara Turki.  Waktu berpacu dan akhirnya sampai juga rombongan ke lokasi  Mausoleum Mustafa Kemal Ataturk.  Nama Mustafa Kemal pernah terlintas saat pelajaran sejarah dunia di dapat pada tahun 70 an. Seorang mengkudeta sistem kerajaan di Turki.  Memasuki gedung itu penjagaannya berlapis. Dari luar pagar terlihat bangunan megah yang dijaga cukup ketat oleh petugas yang berpostur tinggi dan gagah khas orang Samaria. Ketika didekati mereka tetap tak berkedip. Memang tugasnya menjaga dan dalam posisi tegap tak bergerak. Entah berapa jam sekali baru ada pergantian petugas.  Cuaca cerah dengan suhu udara sejuk berjalan ke gedung inti sambil mengagumi bangunan muse

HAGIA SOPHIA

Image
Hagia Sophia Sri Sugiastuti  Nama kota Konstantinopel masih melekat di benak Bu Kanjeng saat SMP ketika Bu Puji guru sejarahnya menerangkan kisah kejayaan Ottoman. Di sana ada sebuah gereja megah bernama Hagia Sophia yang berubah jadi masjid. Kota itu juga berubah nama menjadi Istanbul sebagai ibu kota Turki cukup lama. Nah sekarang ibu kota pindah di Ankara.  Bu Kanjeng sangat bersyukur bisa wisata sejarah ke bumi Allah dan melihat langsung megah dan tingginya peradaban di masa lalu. Memasuki ruang gereja yang berfungsi jadi masjid lalu menjadi museum yang diakui sebagai warisan dunia oleh Unesco.  Bu Kanjeng bisa mencatat dan mengingat  hal unik dari Hagia Sophia.  1.Hagia Sophia berarti Shrine of the Holy of God 2.Hagia Sophia merupakan katedral yang dibangun pada abad ke-6 di bawah kepemimpinan Kaisar Bizantium Justinian I 3.Proses pembangunan Hagia Sophia melibatkan 10 ribu orangmembutuhkan dan butuh waktu sekitar 5 tahun 10 bulan dan empat hari.  4.Tak lama setelah di

ISTANA TOPKAPI

Image
Salah satu tempat wudhu di Istana Topkapi Sri Sugiastuti  Puncak traveling Bu Kanjeng dan rombongan memang di Istanbul dan salah satu yang paling ditunggu ya Istana Topkapi, karena antara masjid biru, Hagya Sohpia dan tempat wisata lainnya berdekatan jadi hanya beri waktu 2  hari untuk city tour Istanbul.  Sebelum masuk ke Istana rombongan dibriefing dulu. Mr Bulent mengantisipasi jangan sampai 1 pun ada yang tersesat atau hilang. Mereka diberi headset yang terhubung dengan Mr Bulent. Area istana Topkapi lumayan luas. Setelah jelas petunjuknya dan sudah paham dimana meeting pointnya sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi yang lain.  Istana Topkapi  kini menjadi museum di Istanbul, istana ini merupakan warisan terbesar Kerajaan Turki Utsmani di abad 16. Keberadaan bangunan-bangunan itu, menunjukkan kemajuan bidang arsitektur Islam dan para arsiteknya yang ulung. Memasuki halaman yang luas dan berpindah dari ruang yang satu ke ruang yang lain  membuat Bu Kanjeng teringat pe

BU RAHMAN

Image
Sri Sugiastuti  Siapa Bu Rahman? Beliau guru spiritual Pratiwi.  Mendengar kata spiritual pasti berkonotasi dengan sesuatu kekuatan dari dalam diri agar bisa bangkit atau tetap bersemangat di saat suka atau pun duka. Lalu bagaimana dengan guru spiritual Pratiwi? Apakah penting baginya punya guru spiritual.  Peristiwanya sudah lama. Tepatnya saat Pratiwi hijrah dari Jakarta ke Sukoharjo. Pratiwi dan keluarga berani hijrah agar  bisa berbakti kepada bapak ibu mertua juga keinginan sang suami si pemimpin keluarga.  Berbaur dengan tetangga dan lingkungan baru mempertemukan Pratiwi dengan seorang guru ngaji. Beliau bernama Bu Rahman, kalau nama aslinya Fatonah. Kegiatan Bu Rahman selain sebagai ibu rumah tangga, ia seorang guru ngaji keliling dari desa ke desa.  Pratiwi yang merasa belum pandai mengaji bak mendapat durian runtuh. Tiap hari Rabu malam Bu Rahman mengisi pengajian di majlis ibu-ibu. Pratiwi akhirnya ingin memperdalam belajar mengaji secara khusus. Ia pun bersedia d