JALUR SUTERA CARAVANSERAI

Sri Sugiastuti 






Saat berada di Konya Turki Bu Kanjeng dan rombongan sampai juga di Caravanserai. Menurut Om Wiki 
Karavan (atau karavan adalah penginapan pinggir jalan di mana para pelancong ( karavan ) dapat beristirahat dan memulihkan diri dari perjalanan hari itu. Bisa juga diartikan Caravanserais yang mendukung arus perdagangan, informasi, dan orang-orang di seluruh jaringan rute perdagangan yang meliputi Asia, Afrika Utara , dan Eropa Tenggara , terutama jalur yang terletak di sepanjang jalan pedesaan di pedesaan, caravansera versi perkotaan juga secara historis umum di kota-kota di seluruh dunia Islam 

Mr Bullent menjelaskan bahwa yang dikunjungi saat ini tempat persinggahan untuk rehat sesaat para pedagang atau orang yang mengadakan perjalanan panjang. Istilah kerennya rest area.

Sepintas terlihat tempatnya gersang tetapi ketika masuk ke bangunan tersebut sudah disulap menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Jadi kisahnya  saat perjalanan melintasi Jalur Sutra  pada abad pertengahan, caravan yang ditarik kuda atau unta jadi moda transportasi standar para pelintas.

Caravanserai kemudian dikenal sebagai wisma tinggal sementara bagi para pengelana dan pedagang. Tempat singgah ini berperan penting memfasilitasi kelancaran lalu lintas manusia di sepanjang Jalur Sutra.

Caravanserai  kemudian tak hanya jadi tempat menginap dan makan para pedagang di Jalur Sutra, tapi juga jadi ruang perkenalan dan bincang-bincang para pedagang dari berbagai tempat. Bagi mereka, caravanserai juga jadi tempat menjalin kesepakatan usaha, bertukar ide, dan obrolan budaya.

Karena Jalur Sutera makin penting untuk berbagai urusan, caravanserai juga makin banyak bermunculan terutama di Asia Tengah pada abad 10 hingga setidaknya abad 19. Tak heran, rupa-rupa caravanserai bisa ditemukan mulai dari Cina hingga India, dari Turki hingga Rusia, dari Afrika Utara hingga Eropa
Idealnya, caravanserai terletak dalam jarak sehari perjalanan sehingga mereka yang bepergian untuk berdagang tetap aman saat malam datang. Secara rata-rata, letak antar-caravanserai berjarak antara 30-40 kilometer di area yang terkelola baik.

Kenyamanan caravanserai  tentu sukar ditemui bagi mereka yang memilih melintasi Jalur Sutra melalui laut. Namun, pengembangan teknologi pelayaran dan pengembangan perkapalan membuat perjalanan laut makin aman.

Tentu saja Bu Kanjeng kembali flashback ketika belajar sejarah dunia. Ia tak bermimpi bisa sampai di jalur sutra perdagangan antar bangsa di zaman kejayaan Ottoman Persia.

Apalagi berkesempatan majan suang dengan menu lengkap di salah satu restaurant yang dikonsep seperti zaman dahulu bisa makan menggunakan peralatan keramik dengan menu internasional.

Sebelum makan Bu Kanjeng mengutamakan salat zuhur
bukan di masjid tapi di satu ruag khusus yang nyaman ber AC dan berkarpet tebal.

Usai salat baru menuju ke meja makan yang sudah  terhidang. Penyajian tidak pakai  "lama" karena sejak di jalan untuk menu mereka sudah memilih dan sudah diorder.Jadi ketika tamu datang sudah ready dan siap disantap.

Nikmat Allah manakah yang kau dustakan. 

#Day23AISEIWritingChallenge


 

Comments

  1. Mengunjungi Caravanserai Jalur Sutra perdagangan , disambi menikmati menu dengan nuansa jadul. Imajinasi semakin bermain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa lanjut dengsn.mengingat perjalanan nya

      Delete
    2. Bu Sri saya ingin punya pengalaman seperti ibu

      Delete
  2. Menyebut nama tempatnua juga susah..bunda..hehe

    ReplyDelete
  3. Kenyamanan salat di ruangan ber ac karpet tebal d lnjutkn mkn siang ...lelah hilang.siap lanjutkn perjlanan...

    ReplyDelete
  4. Tempat yang pastinya menyenangkan,,,, keren bunda

    ReplyDelete
  5. Wow..caravanserai...tulusan2 bunda selalu penuh gelora..nambah wawasan...joss

    ReplyDelete
  6. Asyik Sekali jalan2 ke Caravanserai Jalan Sutera di Turki. Serasa menikmati perjalanan bareng bunda.

    ReplyDelete
  7. Serasa ikut jalan2 Bun..
    Keren cerita jalan2 ya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

JADILAH PEREMPUAN HEBAT TANPA MELUPAKAN KODRAT