SANDIWARA LANGIT


Sandiwara Langit

Sri Sugiastuti

"Sandiwara Langit Sebuah Kisah Nyata Bertabur Hikmah Penyubur Iman"  sederet tulisan yang ada di cover buku yang disodorkan Pak Kanjeng pada istrinya.


"Bagus Bu isinya aku sudah baca. Aku beli di pasar klitikan ( pasar barang bekas yang digelar tiap pagi di dekat Pasar Legi Solo) cuma 3 ribu rupiah." Bu Kanjeng menerima buku itu tanpa komentar.

Karena diletakkan di dekat meja kerja Bu Kanjeng, otomatis tiap saat buku itu melirik Bu Kanjeng yang kadang tersenyum sendiri saat mengedit naskah. Akhirnya setelah beberapa kali dipegang dan disingkirkan, buku itu dalam dekapan Bu Kanjeng dan dikunyah perlahan. 

Penulis buku Abu Umar Basyier. Penulis buku best seller "Sutra Ungu". Buku setebal 212 halaman ini penuh dengan kutipan ayat suci Al Quran dan hadis favorit yang shoheh. Dari judulnya saja sudah membuat pembaca penasaran. 

Bu Kanjeng melahap mukadimah yang berisi penggalan beberapa Firman Allah tentang pentingnya bertakwa kepada Allah SWT. 

Sandiwara Langit, buku ini berkisah tentang seorang pemuda bujang bernama Rizqaan yang menikah dini karena dia sudah memiliki Idaman hati. Pemuda ini rajin beribadah dan tahu persis bagaimana menerapkan Islam secara Kaffah. 

Sayangnya dia mencintai seorang perempuan yang bernama Halimah. Anak dari Pak Rozaq yang kaya raya atau bisa dikatakan tidak sederajat dengan kehidupannya si anak muda. Maka sebelum menikah ada satu perjanjian unik yang harus ditandatangani. Karena cintanya kepada sang gadis karena Allah,  persyaratan pernikahan pun ditandatangani, dengan satu tekad ingin membina keluarga sakinah mawadah warohmah dengan berbekal cinta dan tetap mengharap ridha Allah dalam kehidupan keluarga mereka

Kehidupan Rumah Tangga dijalani pun dijalani dengan uang Rp200.000 pemuda itu bekerja yang sesuai dengan kemampuannya. Karena ia hanya lulusan SMA. Setelah berpikir lama akhirnya dia menetapkan berdaganglah yang paling cocok untuk umat Nabi Muhammad.

Iapun mulai berdagang dengan  cara berjualan roti. Ia mengambil roti dari pabrik dan menjajakannya berkeliling karena kegigihannya, yang awalnya dia hanya sebagai penjaja roti pada akhirnya dia menjadi orang yang sukses berbisnis dan memiliki pabrik roti.

Singkat cerita waktu pun bergulir. Tepat di saat karirnya berjaya yang sudah dilalui dengan lika-liku kehidupan kembali ke titik nol. Apa yang diusahakan selama 10 tahun itu habis dilahap jago merah. 
Termasuk dia harus rela kehilangan ayahnya yang meninggal karena menjadi salah satu korban kebakaran. 

Sudah jatuh tertimpa tangga. 
Di saat terpuruk itulah mertuanya datang dan menagih janji dengan alasan ia tidak bisa  membahagiakan istrinya dan harus bercerai. 

Sebenarnya dia bisa saja mengingkari janji tersebut karena sudah ada anak dan istrinya pun tidak mau berpisah tetapi karena dia berpegang teguh dengan sebuah janji yang sudah diucapkan akhirnya dia harus rela ditinggal istrinya untuk kembali kepada kedua orangtuanya. 

Rizqaan harus rela ditinggal Halimah istrinya untuk kembali kepada  orang tuanya. Ia dengan modal yang sangat minim  berusaha bangkit kembali. Sambil merawat ibunya yang menjadi kewajiban sebagai seorang hamba Allah terhadap anaknya ia tetap memenuhi nafkahnya. Sementara mantan istrinya dengan sadar  kembali kepada orang tuanya walaupun dengan keadaan terpaksa. 

Halimah berusaha sedikit demi sedikit menyadarkan orang tuanya bahwa apa yang telah diperbuat akan disesali kelak. Dengan  ayat-ayat al-quran dan juga hadits yang menerangkan bahwa perbuatan ayahnya adalah perbuatan yang dzalim. 

Setelah berpisah dengan suaminya Halimah ingin dijodohkan ayahnya oleh seorang pengusaha kaya raya tetapi dengan cara yang sopan dan penuh dengan pengorbanan Halimah berhasil membuat calon suaminya itu mundur teratur. 

Orang tua Halimah pun sempat terkaget-kaget karena penolakan dari anaknya tersebut lambat laun orang tua Halimah menyadari kesalahannya dan dia berharap mantan menantunya bersedia kembali melamar anaknya. 

Tetapi sayang ketika Rizqaan ingin menikahi istrinya kembali, ia dihadapkan pada kenyataan bahwa Halimah mengidap penyakit leukemia atau kanker darah. Disitulah keimanan dan perjuangan seorang laki-laki dipertaruhkan Apakah ia sanggup menerimanya atau tidak tetapi karena keimanan dan tekad dari Rizqaan yang mencintai istrinya karena Allah, ia tetap ingin mendampingi istrinya hingga ajal menjemput. 

Sang mertua pun menyesal dan minta maaf pada Rizqaan. Andai ia masih punya anak gadis lagi ingin ia nikahkan pada Rizqaan. Sedangkan Rizqaan hanya berharap bisa dipertemukan kembali dengan istri kelak di akhirat. 

Cerita yang tersaji dalam buku ini adalah pemaparan kembali dari kisah nyata yang insya Allah benar-benar terjadi untuk bersama kita petik hikmahnya. Kisah ini makin memikat saat Bu Kanjeng bisa memaknai apa yang disisipkan Penulisnya  berupa dalil-dalil Alquran dan as-sunnah untuk makin memperkuat bahasan. 

Bu Kanjeng artinya  membaca sekaligus belajar menapaki kerasnya kehidupan, mengokohkan jiwa dalam menghadapi segala badai yang menerpa. Menerima berbagai musibah dan cobaan itu adalah ujian dari Allah semata. 

Sandiwara Langit dimana Allah sebagai penulis skenarionya. Akan sangat bermakna bila dijalankan dengan ikhlas dan diniatkan untuk menggapai ridha Allah.

Comments

  1. Luar biasa bunda kanjeng ini, produktif dlm menulis ....terima kasih sdh mampu mendobrak kemalasan saya dlm berliterasi bunda ......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Go go go.itu link saya g muncul fotonya ya.ini via hape ungfahnya

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Kisah Nyata yang dikemas dengan pijakan Ayat Al Quran dan Hadis sangat sarat makna

      Delete
  4. Bagus sekali bu Kanjeng... Terhanyut, terbuai ,terlena, terlalu .. hehehe... Enak dibaca pokok e

    ReplyDelete
  5. Cerita yg menusuk hati bunda,terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skenario Allah untuk Sandiwara langit, Semua orang punya lakon yang berbeda

      Delete
  6. Inspiratif Bun 👍👍
    Terima kasih...

    ReplyDelete
  7. kisah yang mengedukasi dan menginspirasi. Terima kasih berbagi. Mari Menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku hadiah dari suami yang membelinya di pasar loakan/ buku bekas dengan harga 3 rb rulllllllrupiah berhasil saya ikat lagi dengan tulisan

      Delete
  8. Tulisan yang renyah dan inspiratif.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

JADILAH PEREMPUAN HEBAT TANPA MELUPAKAN KODRAT