SYAWAL 1443 H CERIA


SYAWAL 1443 H CERIA

Oleh: Sri Sugiastuti 

Dalam kitab Al-Mirah fi Al-Mizah karya Badruddin Abul Barakat Muhammad Al-Ghizzi disebutkan, “dianjurkan agar bercanda diantara pada saudara-saudara dan teman, karena itu menghibur hari dan mempermudah tujuan. Dengan syarat tidak melontarkan suatu tuduhan, tidak menjatuhkan wibawa atau mengurangi kehormatan seseorang, tidak keji sehingga menyebabkan permusuhan dan dengki.”

Kalimat di atas sangat disetujui Bu Kanjeng.  Karena dia termasuk orang yang suka becanda dan cukup humoris. Ia juga sangat gembira bila mendengar hal-hal yang baru. Atau bisa menikmati eneka joke yang menjadi perhatian sekaligus sebagai obat ngantuk.

Saat silahturahmi menjadi ajang ngobrol dan bersenda gurau. Hal ini pun terjadi di salah satu momen silahturahmi keluarga. Dalam obrolan kali ini berkisah tentang hebohnya  ambulance yang suaranya mencekam di  saat Pandemi covid-19. Banyak isue bahwa suara ambulance saat itu hasil dari  rekayasa untuk membuat warga down dan takut dengan pandemi covid-19.

Acara ngobrol pun berlanjut semakin asyik. Masing - masing punya  cerita sendiri tentang kisah ambulance yang membuat kami terbelalak. Jadi salah satu adik sepupu Bu Kanjeng yang biasa dipanggil Tante Rere bercerita tentang ambulance yang di stop  polisi di jalan raya.

Ambulance dengan lebel salah satu partai politik berkecepatan kencang dan suaranya yang meraung- raung itu, tiba-tiba distop polisi.
" Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu?" Pak polisi kaget ketika melihat isi ambulance ada 9 orang dalam keadaan segar bugar.Dan ketika ditanya mereka mengaku ingin jalan- jalan saja. Mereka pun tanpa masker.

Akhirnya Pak polisi membawa meminta supir ambulance itu mempertanggungjawabkan keberadaannya dan harus menerangkan mengapa ambulance itu digunakan untuk keperluan lain dan mengapa suaranya pun diaktifkan. Begitu juga ditanya mengapa mobil ambulance partai politik digunakan untuk tamasya? Bila diruntut driver tersebut mendapatkan hukuman berlapis.

Ternyata ada ya yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Bu.Kanjeng sebagai pendengar hanya bisa mengelus dada dan prihatin dengan oknum sejenis itu.

Masih ada satu kisah lagi yang berhubungan dengan vaksin. Kewajiban setiap warga untuk divaksin ternyata tidak ditanggapi serius oleh semua warga. Ada saja alasan mereka agar tidak ikut vaksin. Vaksin itu program pemerintah yang menguntungkan oknum. Vaksin itu haram. Sampai dengan ada yang mengatakan bahwa vaksin itu mematikan. Tentu saja kegaduhan seperti itu menghambat program pemerintah dalam gerakan bangkit dari pandemi.

Alkisah ada salah satu warga Jakarta yang tidak mau divaksin. Padahal warga tersebut terdata berhak menerima BTL ( Bantuan Tunai Langsung) salah satu syarat bantuan tersebut cair bila si penerima sudah mengantongi  kartu vaksin alias mereka adalah warga yang tertib dengan aturan pemerintah. Akhirnya karena ia menginginkan bantuan tersebut, maka ia pun bersusah payah mendatangi tempat yang melayani memberikan vaksin.

"Nah loh, kemaren saat diminta untuk segera vaksin menolak, giliran mau mencairkan BTL bingung karena belum divaksin. Dasar warga yang pemikirannya terbatas dan sangat mudah dipengaruhi oleh hal- hal yang nyeleneh."

Belajar dari berbagai kasus yang ada di sekitar kita memang perlu berpikir jernih. Tidak mudah dipengaruhi oleh hal- hal yang akan merugikan diri sendiri.

Bu Kanjeng selalu mendapatkan pencerahan dari bersilahturahmi. Ternyata di dalam sebuah silahturahmi banyak sekali manfaatnya. Saat bisa tertawa lepas dan saling berkisah tentang pengalaman  atau sedikit ngegosip yang sehat. Terselip canda tawa yang kadang menertawakan diri sendiri.

Alhamdulillah kami bisa ngobrol ngalor ngidul dengan banyak tema yang di dalamnya mengandung nasihat,kenangan bahkan memunculkan ide- ide lain yang membuat kita semakin semangat dan bersyukur.

Pejaten Timur,10 Mei 2022.

Post a Comment

18 Comments

  1. Setiap momen silaturahmi ada cerita sendiri yang membuat seru ya Bu Kanjeng

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Banyak kisah berserak yang sayang bila dilewatkan.Terima kasih sudah singgah

      Delete
  3. Bergurau dan berkelakar bisa menambah keakraban asal tdk menyakitkan dan menjatuhkan. Saya sepakat bun.....

    ReplyDelete
  4. Moment bersama keluarga adalah yang paling ditunggu tunggu saat lebaran bunda. Terutama setelah lebih kurang 2 thn tdk bisa saling berkunjung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya benar sekali. Di balik silahturahmi bisa jadi obat kangen

      Delete
  5. Ada-ada saja ulah orang bercanda, termasuk prank teman atau sahabat. Tapi, bila bercanda melanggar aturan itu bukan lagi canda tapi salah... Haha... Selamat pagi. Salam literasi

    ReplyDelete
  6. Betul ibu Kanjeng blng klw silaturahmi itu mengobati hati yg kangen apalagi 2 tahun pandemi melanda indonesia yg akhirx TDK memperbolehkan untuk mudik. Sy smpt tertawa jg dng cerita ibu Kanjeng tentang ambulance yg diberhentikan dan isix orng sehat semua, ada2 sj orang inišŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlalu banyak kisah sedih dan menjengkelkan di saat Panfemi

      Delete
  7. Wah seru sekali obrolannya, terutama yang tentang ambulans. Saya juga senang kalau ada momen silaturahmi keluarga besar. Mendengar cerita dari saudara-saudara dan menanggapinya sungguh menyenangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebersamaan saat kumpul keluarga dengan cerita ringan sangat menghangatkan

      Delete
  8. Amazing banget silaturahmi nya Bu. Smg tetap sehat senantiasa dlm lindungan Allah SWT. Salam sukses selalu.

    ReplyDelete