CORONA DAN CORONER (17)




Selamat jalan teman 

Oleh: Sri Sugiastuti

Tidak seperti biasanya Bu Kanjeng pagi ini langsung memantau group MKKS. Pasalnya ia harus menyiapkan program sekolah yang harus didiskusikan sebelum resmi ada pemberitahuan dari MKKS kapan rapat pleno kelulusan dan kapan Pengumuman disampaikan ke orang tua siswa.

Tetapi informasi yang didapat di group itu bukan yang dicari, melainkan berita duka dan ucapan bela sungkawa dari anggota group yang ditujukan kepada keluarga almarhum.

Bu Kanjeng pun kaget. Secara pertemanan memang cukup dekat. Beliau sebagai sekretaris Kelompok smk swasta cukup berperan. Beliau baru berusia 53 tahun. Orangnya  sederhana suka menolong dan baik hati. Ia meninggal pukul 02.00 dini hari tanggal 21 April 2020.

Manusia itu ada pemiliknya. Kapan pun bisa dipanggil untuk menghadap-Nya. Bu Kanjeng untuk kali ini ngeyel dan berandai-andai. Di group sudah ramai. Berita dalam bentuk pemberitahuan resmi sudah muncul. Kapan dimakamkan dan alamat rumah duka pun sudah jelas. Tetapi rentetan berita di group itu yang membuat Bu Kanjeng nangis sesegukan sambil melipat kakinya di kursi teras rumahnya. Ia tak prcaya orang sebaik itu cepat dipanggil di saat Dunia sedang melawan Corona. Banyak protokol yang diberlakukan di masyarakat dan membuat orangharus mau keluar dari zona nyaman.

Kronologi kepergian temannya itu mengundang tanya. Rasa penasaran yang kuat tersirat dipostingan group itu. Bu Kanjeng menyimak sambil menangis. Yang dibayangkan Bu Kanjeng, bagaimana dengan keluarganya. Mengapa berita yang di TV hampir sama dengan yang dialami teman Bu Kanjeng ini. Sejak diberlakuakn berbagai kebijakan yang berhubungan dengan covid 19, Bu Kanjeng berusaha patuh dan selalu berdoa agar wabah ini sgera pergi. Ada kerjasama dengan pihak terkait sehingga apa yang jadi keputusan dan komitmen untuk dilaksanakan dengan baik.

Hasil Bu Kanjeng menyimak dan menyimpulkan bahwa Almarhum sebelumnya mengeluh kurang sehat dan punya riwayat penyakit jantung. Dilihat dari postur tubuhnya memang kurang proporsional, ia tidak terlalu tinggi, gemuk, dengan perut buncit. Postur ini akan terlihat bila berpenampilan dengan kemeja berdasi dan baju dimasukan mengenakan ikat pinggang. Penampilan itu bisa dipoles dengan perilaku dan budi bahasanya yang baik dan sopan. Cocok kalau orang tuanya memberi nama Budi Santosa.

Kembali bicara Kronologinya. Pukul 15.00 hari Senin beliau dibawa ke RS Triharsi Solo. Dengan keluhan sesak napas. Dari pihak RS Triharsi dirujuk ke RS Moewardi. Langsung dirawat di ruang isolasi. Pukul 02.00 hari Selasa 21 April beliau meninggal. Visum atau penyebab kematian belum keluar. Tetapi jenasah harus diberlakukan sesuai aturan yang ada saat itu dengan melihat riwayatnya.

Keluarga tidak bisa komplain. Jenasah disucikan dan dikafankan oleh pihak rumah sakit. Dari RS langsung dibawa ke pemakaman keluarga di Delanggu. Sementara kerabat dilarang takziah. Bu Kanjeng membayangkan perasaan anak dan istrinya saat itu. Ia juga membayangkan andai peristiwa itu keluarganya yang mengalami apakah siap. Usai salat untaian doa dipanjatkan berharap Allah mengampuni dosanya dan menerima semua amal kbaikannya.

Rasanya Bu Kanjeng tidak rela bila keluarganya menanggung akibat dari suatu keadaan yang belum pasti kebenarannya. Ketika masyarakat takut mendekat dan mereka jadi momok karena dikhawatirkan juga sebagai pembawa virus corona. Belum lagi bia beritany diviralkan lalu jadi bahan diskusi di group dengan berbagai bumbu. Bagaimana perasaan mereka? Sudah kehilangan orang yang disayangi masih menjadi buah bibir yang belum tentu kebenarannya.

Bu Kanjeng terus mengikuti perkembangan di group untuk mendapatkan kejelasan berita yang akurat. Sampai akhirnya muncul postingan bahwa temannya meninggal karena penyakit jantung yang keluhan dan gejalanya hampir sama dengan covid 19. Pihak RS tidak bisa secara kilat memberikan laporan sehingga cara yang paling aman dilakukan untuk mengurangi risiko.

Akhirnya Bu Kanjeng kembali pada firman Allah.

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam hamba-hambaku. Dan mauklah ke dalam Surgaku ( QS Al Fajr 27-30)

Aamiin YRA

Comments

  1. Kullu nafsin dzaiqatul maut (tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati)

    ReplyDelete
  2. Semoga dosanya diampuni dan ditempatkan di tempat terbaik

    ReplyDelete
  3. Innalillahi waiinalihi rojiun...setiap orang membawa takdirnya sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lered Bu.Kita juga sudah pegang nomer anyrism.cuma masih rahasia

      Delete
  4. Seseorang meninggal dunia itu ada kepastiannya, masalahnya terletak pada kapan waktunya? Bagaimana hal itu memungkinkannya terjadi?
    Bangsa manusia diciptakan sempurna, namun tidak diberi kekekalan pada jasmaninya, kecuali kekekalan bersama Penciptanya. Maka, ketika meninggal dunia ada kepastian hidup dalam roh bersama Penciptanya.
    Kiranya keluarga yang ditinggalkan ikhlas.
    Turut berdukacita.

    ReplyDelete
  5. Sentuhan hati yang selalu kita ingat bahwa sesungguhnya Allah selalu melihat apa yang kita kerjakan. Inalillahi turut berduka.

    ReplyDelete
  6. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Saya pernah merasakan kepergian seseorang yang sangat berarti. Menyesakkan, tp jiwanya selalu hidup dlm hati.

    ReplyDelete
  7. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Saya pernah merasakan kepergian seseorang yang sangat berarti. Menyesakkan, tp jiwanya selalu hidup dlm hati.

    ReplyDelete
  8. Innalilahi wa innailaihi rojiun. Allahumagfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu

    Aamiin

    ReplyDelete
  9. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Saya pernah merasakan kepergian seseorang yang sangat berarti. Menyesakkan, tapi jiwanya selalu hidup dlm hati.

    ReplyDelete
  10. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Semoga khusnul khotimah dan diampuni semua dosanya.

    ReplyDelete
  11. Innalilahiwa'innailaihi rojiun..smg husnul khotimah ..kel yg di yingglkn d beri ktbhan dan ksbaran

    ReplyDelete
  12. Semoga arwahnya mendapat kebahagian kekal di surga.

    ReplyDelete
  13. Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un,semoga almarhum diterima di sisi terbaik Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan sebesar-besarnya. Amin

    ReplyDelete
  14. Aamiin YRA
    Jadi catatan khusus saat Corona melanda

    ReplyDelete
  15. Innalillahi wainna ilaihi rojiun
    Semoga beliau husnul khotimah dan diterima di sisi Allah SWT...

    ReplyDelete
  16. Inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un. Semoga husnul khatimah

    ReplyDelete
  17. Doa tulus untuknya, semog beliau husnul khatimah

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

AWAS PENIPUAN ONLINE SAAT PANDEMI (30)