CORONA TAK MEMBUAT MERANA (13)




Sri Sugiastuti

Sepasang kekasih dengan segala pertimbangan sudah menetapkan tanggal 4 April 2020 jadi tanggal dimana mereka berikrar untuk membina rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah. Hal ini juga dirasakan oleh keponakan Bu Kanjeng yang merasa sudah siap berumah tangga.

Ayah bundanya hampir sama dengan orang tua lain ingin mengantar putrinya sampai gerbang pernikahan dengan selamat. Mereka sebagai orang tua merancang akad nikah juga resepsi yang akan digelar usai akad nikah. Berharap bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.

Tetapi rencana tinggal rencana. Tak disangka tak diduga corona datang. Rencana berantakan. Harus banting setir ubah haluan. Kecewa pasti, sedih apalagi. Apakah harus diundur?

Bagaimana dengan perjanjian dan kesepakatan yang dibuat dengan pihak gedung, Katering, undangan yang beredar. Sehubungan ada larangan berkerumun, jaga jarak dan bermasker ria. Semua diinstruksikan sebagai salah satu langkah pemerintah mencegah penyebaran virus covid 19 dan bertambahnya korban berjatuhan.

Bu Kanjeng hampir tiap hari memantau perkembangan yang ada. Berharap Corona segera berlalu. Ternyata waktu diperpanjang dan di tanggal cantik 04042020 masih diperpanjang. Tugas Bu Kanjeng menghandle tamu dari Jakarta dan  Kuala Lumpur batal. Alhamdulillah, saatnya fokus konfirmasi di ijab kabul. Diundur atau tetap berlangsung.

Dalam menghadapi ketidakpastian, Bu Kanjeng berusaha mengambil hikmahnya. Ia menghibur diri karena uang yang sudah dikeluarkan untuk persiapan bisa diuangkan kembali walaupun tidak full. Uang itu bisa bermanfaat untuk yang lain. Itu mungkin yang terbaik menurut Allah. Bagi mereka Corona tak membuat merana. Skenario Allah lebih dari skenario manusia, dan itu yang terbaik.

Bagaimana dengan rencana pernikahan itu? Tetap dilaksanakan dengan catatan, pelaksanaan akad nikah di KUA setelah itu lanjut syukuran ala kadarnya di salah satu restro terdekat dengan jumlah tamu dibatasi sebanyak 60 orang. Yang mau hadir harus konfirmasi dulu.

Bu Kanjeng bimbang antara hadir dan tidak. Jarak Solo - Sragen lumayan jauh. Kalau tidak hadir ya kok terlalu. Ratu tega namanya. MBu Kanjeng punya inisiatif minta diantar anaknya supaya bisa hadir di acara syukuran usai akad nikah di KUA. Itu salah satu cara yang teraman.

Mobil melintas di jalan yang tak terlalu ramai. Lokasi yang dituju harus dicari dulu dengan bantuan Google map. Tidak heran bila sampai tujuan agak molor dari yang direncanakan. Ketika sampai di lokasi Restro Cangkir Gading, Bu Kanjeng sempat ragu. Suasana sepi seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tiba-tiba muncul seseorang yang memberi informasi kegiatan syukuran ada di belakang  maka diminta mobil langsung parkir di belakang.

Bu Kanjeng turun dari mobil mengamati konsep restro yang lumayan asri dan representatif. Terlihat suasana sepi, tanpa musik dan suara. Sepertinya ada yang janggal sebagian tamu memakai masker, tidak ada acara salaman. Tangis Bu Kanjeng pun pecah, ia terharu melihat keponakannya dengan baju putih terlihat pucat tanpa memakai lipstik.

Ayah pengantin putri adik kandung Bu Kanjeng melumerkan suasana itu. Ia menghampiri Bu Kanjeng dan tak kuasa memeluknya. Bu Kanjeng pun mencium dan memeluk pengantin putri sambil berderai air mata.

"Barakallah ya Nduk, semoga sakinah mawadah warohmah."

"Iya Bude, terima kasih doanya." Si pengantin putri menjawab sambil menahan tangis.

Pasti kenyataan ini tak pernah diimpikan sama sekali. Gaun Pengantin, acara resepsi, ucapan selamat dari teman, kerabat, dan keluarga besar. Sungkeman dan ritual pernikahan dengan pernak pernik yang ada, kenyataannya tidak terlihat hari ini. Ambyar kata Didi Kempot.

Bu Kanjeng dan anaknya diminta untuk langsung mengambil hidangan yang tersedia. Hidangan yang bukan khas pesta pernikahan, tetapi lebih ke menu makan siang yang lumayan berbeda. Ya berbeda karena ada rica-rica menthok dan kalkun bakar sebagai andalan dari Restro tersebut.

Bu Kanjeng layaknya wartawan. Ia sempat bertanya.

" Kok boleh ya Restro di Sragen buka di saat genting begini? Siapa yang cari Restronya?

"Ya, aku hampir putus asa, ini restro ke 5 yang kudatangi. Sebelumnya semua tidak berani buka," jawab adik Bu Kanjeng.

" Loh restro ini kok bisa?" Cecar Bu Kanjeng kepo.

"Karena pemiliknya kenal Kapolres Sragen, hari ini ada 2 akad nikah yang syukurannya diadakan di restro ini." Jelasnya




Hmmm, berarti tetap ada celah ya kalau mau ikhtiar.  Alhamdulillah, Allah sudah izinkan akad nikah terlaksana dengan baik. Bu Kanjeng pun lega walaupun gaun seragam baru sebagai among tamu tidak jadi dikenakan.

#Sragen 04042020
#Akad nikah di saat covid 19
#Dunia melawan Corona
#Bu Kanjeng punya kenangan

Bersambung

Comments

  1. Alhamdulillah nisa menikah di saat wabah corona merajalela. Semoga dilancarkan semuanya.aamiin.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah..masih bisa terlaksana Bunda.baarokallohu lahumaa wabaaroka alaihimaa wajama'a bainahumaa fii khoiir...

    ReplyDelete
  3. Sip...lanjuthanks ibu kaRyan ya yang luar biasa..

    ReplyDelete
  4. Sip..lanjutkan ibu..karyanya luar biasa...semangat

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Yang semangatpengantin barunya juga loh dan yang membaca

      Delete
  6. Tetep doa terbaik semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah..aamiin

    ReplyDelete
  7. Semua pasti ada hikmahnya, masih diperintah untuk sabar, dan banyak berdoa

    ReplyDelete
  8. semestinya demikian. Upacara pernikahan semestinya tidak terhalangi sebagaimana cinta tak dapat dibendung. Orang berhikmat mesti dapat menata sedemikian rupa agar semua pihak tetap dapat tersenyum. Selamat atas pernikahan itu. Kiranya mereka menjadi satu keluarga yang Islami. Terima kasih untuk artikel ini.

    ReplyDelete
  9. Ceritanya selalu enak dinikmati sambil ngeteh Di pagi harim

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah
      Begitu bila mengadapi masalah yang tak seindah rencana

      Delete
  10. Pernikahan itu harus tetap berlangsung.. karena cinta mereka sudah tercatat dlm lauhul mahfudz.. entah bagaimana caranya.. Allah yg Paling tau.. siip Bunda...

    ReplyDelete
  11. bunda.....
    moga ku bisa semangat spt bunda

    ReplyDelete
  12. Selamat atas pernikahannya. Salam

    ReplyDelete
  13. Ceritanya bagus terimakasih Bunda

    ReplyDelete
  14. Pengalaman yang sama beberapa waktu lalu...

    ReplyDelete
  15. Dalam kesyahduan, meresmikan sebuah ikatan. Smg ttp mendatangkan keberkahan

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah, tetap jadi menikah ya. Ambil hikmah Bu, baju among tamu tetap baru.

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah...semoga pengantin berdua SaMaRa. Aamiin.

    ReplyDelete
  18. Yang penting nikahnya jadi terlaksana Bu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

JADILAH PEREMPUAN HEBAT TANPA MELUPAKAN KODRAT