KAI MEMANG OKE


KAI MEMANG OKE

Oleh: Sri Sugiastuti 

Kehadiran kereta api di Indonesia diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen, Jumat tanggal 17 Juni 1864, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele.

Transportasi dengan Kereta api saata ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin bepergian lewat darat. Jalur rel Kereta api yang melintasi hamparan sawah menyuguhkan pemandangan alam yang indah. Transportasi ini memang pernah menjadi primadona pilihan dalam bepergian.

Ketika akses bepergian ke luar kota jelang pasca pandemi dipermudah, Bu Kanjeng bisa bernapas lega. Pasalnya ia yang selama Pandemi patuh dengan prokes dan aturan lain, sebenarnya sudah merindukan untuk bepergian dengan berbagai tujuan.

Bu Kanjeng termasuk penyuka tranportasi  Kereta Api Indonesia  atau KAI. Sayangnya saat Covid-19 merajalela. Pelayanan KAI dibatasi dan penumpang  yang menggunakan transportasi KAI harus patuh  dengan aturan yang dibuat. Salah satunya harus swab.Hal ini yang membuat Bu Kanjeng kurang berkenan. Terbayang hidungnya yang mungil harus dimasuki alat untuk mendeteksi adanya virus covid-19 atau tidak.

Pernah suatu hari Bu Kanjeng di saat Covid- 19 harus bepergian. Alhamdulillah saat itu diberlakukan untuk para penumpang agar tes Gnose dulu sebelum naik Kereta. Nah yang ini tidak masalah buat Bu Kanjeng. Tetapi pemberlakuan Gnose  hanya sebentar. KAI menggunakan Rapid test lagi. Sejak itu Bu Kanjeng memilih bepergian dengan bus antar kota.

Pandemi selama 2 tahun lebih akhirnya mereda. Hampir semua masyarakat mendapatkan vaksin hingga tahap 3 dengan istilah Booster. Orang yang sudah memiliki kartu vaksin ini akan aman mengadakan perjalanan dengan transportasi umum. Bu Kanjeng tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.Ia kembali nyaman menggunakan jasa KAI.

Pelayanan KAI kian hari semakin oke. Bu Kanjeng merasa tersanjung karena Akses KAI memiliki cara tersendiri untuk  memanjakan pelanggannya yang sudah katagori Lansia. Dengan bermodalkan ektp, orang yang sudah berusia 60 tahun  berhak mendapatkan diskon 20 persen dari harga tiket yang dipesan.

Cara mendapatkannya pun sangat mudah, cukup pergi ke stasiun yang terdekat dan datang menemui  customer service, menyerahkan eKTP yang dimiliki. Petugas akan mengisi data  tersebut dan didaftarkan. Tak lupa melalui hape pendaftar akan difoto. Setelah  semua data lengkap, dengan mudah kita dapat memesan tiket di aplikasi Akses KAI dengan potongan 20 persen dari harga tiket.

Terasa memesan tiket lebih mudah, bisa dipesan kapan saja sesuai kebutuhan. Tidak ada lagi keluhan pesan tiket ribet atau harus antri sekian lama. Apalagi menggunakan jasa calo bila mudik tiba dan susahnya tiket di saat arus mudik.

Menurut pengamatan Bu Kanjeng, KAI terus meningkatkan pelayanan untuk transportasi umum di bidang perkeretaapian Indonesia. Kenyamanan, ketepatan waktu dan keselamatan sangat diutamakan.

Bekasi, 03 Mei 2022.

Post a Comment

13 Comments

  1. KAI transportasi umum paling nyaman buat aku bundašŸ˜€

    ReplyDelete
  2. Saya di Timor jadi kereta api itu hanya gambar saja yang dilihat dan ada dalam pengetahuan, hahaha... Selamat berlebaran, mari saling memberi maaf

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu saat nanti ada jalur KA di NTT. Selalu ada saling memaafkan di antara kita

      Delete
  3. Alhamdulillah customer merasa nyaman dengan pelayanan KAI (kebetulan suami sy salah satu petugasnya Bunda). Semoga KAI jaya selalu. Selamat Idul Fitri dan berbahagia bersama keluarga Bunda šŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba..ibu sangat merasakan manfaat dan kenyamanannya

      Delete
  4. Sejak 2017 saya lebih suka trasport kreta untuk perjalanan antar prov dan harga tiket ekonomis semakin murah .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bu Ovi..melihat pembebahan di setiap stasiun juga luar biasa

      Delete
  5. Saya lama tidak naik kereta, kali ini ada kesempatan mudik malah naik motor padahal sudah beli tiket

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik motor juga pilihan terbaik
      Bisa menghindari macet dan mobile lbh fleksible

      Delete
  6. Semoga tahun tahun mendatang dapat ikut menikmati moda transportasi ini

    ReplyDelete
  7. Keren...Lagi sibuk lebaran masih sempat untuk menulis. Kalau ibu sibuk di dapur mengurus keluarga . Krn ibu anak yg paling tua. Datang ke rumah orang tua lupa hp jarang dibuka. Tulisannya sangat menginspirasi kita . Salam sehat dan sukses...Bunda Kanjeng

    ReplyDelete