Solo Surabaya Kupang


 (bersama penulis dari Gresik dan Surabaya di Stasiun Gubeng)

Oleh Sri Sugiastuti

Bila hati sudah berniat maka berbuatlah dan ikuti prosesnya.

Jejak literasi Bu Kanjeng semakin memanjangkan kaki ke arah timur. Bila akhir Desember ia bergerak ke barat menuju Sumatera Barat tepatnya Dharmasraya, maka di tahun cantik 2020 ada undangan ke ibu kota  NTT pun diambil demi penyebaran virus.cinta literasi

Ada Bu Nia dan Bu.Retno dari  Kupang,  yang memiliki gagasan cerdas dan bernas atas nama Pengurus Besar PGRI dirasa perlu ikut bertanggungjawab agar virus cinta literasi menyebar dan menular sehingga menjadi menulis dan membaca sebagai gaya hidup guru. 

Keberadaan Bu Kanjeng  di Kupang pun karena cinta Literasi. 50 Buku seberat 12 kg sudah berangkat sejak hari Selasa pagi dengan  harapan saat Bu Kanjeng tiba di Kupang, buku pun sudah siap.

(bersama Blogger ternama OmJay dan Bu Lilis guru cantik dari NTT)

Hiruk pikuk suasana bandara Juanda dan lautan manusia dengan berbagai tujuan seakan jadi simbol betapa Indonesia sebagai negara besar dan luas. Punya mobiltas yang tinggi di.bidang transportasi.

Dengan berbagai pertimbangan dan mengikuti kata hati Bu Kanjeng menghindari transit di bandara Ngurah Rai Bali. Fenomena Covid 19 jadi alasannya. Ia memilih penerbangan  langsung Surabaya Kupang pulang pergi. Ada transportasi Kereta Api, ada sahabat literasi di Surabaya dan ada semangat traveling yang membara.

Adanya virus Corona yang melanda dunia  tak menyurutkan semangat Bu Kanjeng dalam berliterasi dan berbagi. Potensi diri bersilahturahmi , menjalin persaudaraan dan berbagi begitu kuat di hatinya.

Perjalanan  Solo Surabaya  selama 4 jam dilanjut pertemuannya dengan Pak Marjuki dan Mba Ririn yang biasa berbagi di group jadi penyemangat langkah Bu Kanjeng menjumpai sahabat barunya di NTT.

Surabaya yang berkembang pesat membuat Bu Kanjeng terkaget-kaget. Maklum Bu Kanjeng terakhir ke Surabaya 1984, saat ia masih kuliah.di semester.akhir

Alhamdulillah Bu Kanjeng merasakan  banyak kemudahan. Di stasiun Gubeng ada literasi saat Psk Marjuki dan Mba.RIrin menjemputnya. Mereka sempat.foto bareng dengan buku kebanggaan.

Malam Sudah larut pertemuan singkat harus diakhiri. Bu Kanjeng harus cari tempat.istirahat yang dekat dengan  bandara.Karena pukul 06.55.pesawat Lion  Air akan membawanya ke Kupang.

(sepenggal senja di pantai Kupang bersama Bu Syaidah)

Berangkat ke Bandara lebih awal 
Bu Kanjeng sempat berbagi.grab saat menuju Bandara..Lumayan bisa  berhemat  karena ada yang membayar uang parkirnya.

Karena sudah pegang check in online, rasanya lega melangkah.walau harus.antri lagi untuk diprint. Penerbangan dengan  indahnya gugusan awan yang.cantik perpaduan warna putih bersih dan biru sungguh memesona.

Mata dan hati serasa mendapat vitamin yang luar biasa.dari tadabur.alam menuju NTT, tepatnya Kupang. Dan larangan membuat foto dipesawat pun dilanggar dan keindahan itu pun abadi terekam.dan terdomentasi .

(panorama Hotel Pelangi dilihat dari balkon lantai 4)

Pukul 10.00 WITA  Bu Kanjeng tiba di El Tari Kupang. Dua Mak Cantik dari.PGRI  Kupang  menyambut pelukan hangat Bu Kanjeng yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kupang.

Mereka tidak langsung  mengantar Bu Kanjeng ke hotel tetapi menuju kampus UPG.1945 untuk menemui Pak Rektor dan staf. Sambutan hangat dan jabat persahabatan beraura positif mengaliri perjumpaan ini.

Solo,Surabaya Kupang dalam catatan literasi Bu Kanjeng. Maret 2020

Bersambung
.






.

Post a Comment

15 Comments

  1. Keren bund, dapat menceritakan perjalanan berliterasi sampai NTT dengan lancar jaya. Tulisan ini dapat menginspirasi saya yang hobinya klenong-klenong. Saya tahun 2010-2012 juga sering ke NTT. Banyak kenangan indah di sana, terutama wisatanya dan ikan bakar di pantai.

    ReplyDelete
  2. Keren tulisannya...Silahkan sy tunggu kunjungan baliknya di www.sarastiana.com

    ReplyDelete
  3. Salam literasi bu. Ditunggu kunjungannya di https://cintailmuadress.blogspot.com

    ReplyDelete