AHAD CERIA WALAU ADA CORONA (8 )





Sri Sugiastuti

Ahad ceria penuh makna tak tahan untuk diam di rumah saja. Berkabar dengan kuota dan yang dipinta. Salah satu cara hindari corona. Maafkan ya Allah, ini terpaksa ke luar rumah karena hati mengajak untuk usaha, siapkan diri untuk masa depan yang jaya. Begitulah kira-kira maaf yang dipinta agar Bu Kanjeng  ke luar rumah dengan berserah diri pada Allah.Meraih berkah dalam melangkah.

Bu Kanjeng seakan merekam dan menyimpan kegalauan buah hatinya yang tidak siap nganggur. Saat lulus dari kuliah di lembaga kedinasan dianggap jalan mulus terbentang, ternyata itu hanya halusinasi. Banyak kebijakan yang tak dipahami dan harus diterima dengan rendah hati tanpa emosi. Sang buah hati mengisi harinya dengan mengabdi dan terus berpikir positif bahwa Allah sudah mengatur jalan hidupnya.

Nasihat dan semangat terus disiramkan Bu Kanjeng pada sang buah hati. Ingat ini ujianmu. Kenyataan kadang tak seindah harapan. Bekali dirimu dengan keimanan dan rasa syukur yang mendalam. Itu akan jadi modal hidupmu ke depan. Teruslah belajar! Gunakan akal sehatmu. Jangan pernah jemu memohon kepada Allah agar menjamin keselamatan dan rezekimu.

Dunia yang sedang melawan Corona memang  nyata. Itu bukan ilustrasi atau prediksi seorang ahli. Kalau banyak berita benar dan hoax berseliweran di medsos, itu saat kau diminta punya filter khusus untuk mencerna dan menyaringnya. Pesan Bu Kanjeng saat ngudar rasa bersama anaknya.

" Ibu, aku boleh ke rumah teman di Bekonang pinjam catatan zaman kuliah dari tingkat satu sampai lulus. Aku ngga punya catatan lengkap untuk belajar dan menghadapi tes Airnav. Prakoso punya lengkap karena dia sang juara juga ngga pelit ilmu. Alasan anak Bu Kanjeng keluar rumah sangat jelas.

Tetapi bagaimana dengan imbauan diam di rumah? Bu Kanjeng yang memiliki potensi silaturahmi dan akrab dengan ibunya Prakoso langsung memberi izin, malah ia bersedia menemani. Langsung Bu Kanjeng lewat WA mohon izin ingin bertamu boleh atau tidak.

Tentu saja akan diterima dengan senang hati, hanya waktunya bergeser, tidak pagi hari tetapi siang hari. Lalu waktu pagi Bu Kanjeng untuk apa? Kembali otak nya berpikir keras. Tetiba otaknya mengingatkan ada yang bisa dieksekusi dari dalam kulkas.
Tiung tiung ingat isi kulkas ingat masak, ingat makan bareng keluarga, ingat cucu jadi nyambung kemana-mana. Itulah hebatnya otak yang diyakini Tony Busan dengan mindmaping

Rencana dibuat. Isi kulkas wotel kentang buuncis tomat telur lengkap dengan bumbu yang mau diolah jadi steak ala Bu Kanjeng disiapkan. Dapur dipindah ke rumah anak Bu Kanjeng yang baru saja punya gubuk mungil dekat rumah abesannya. Cuuz anak dan ibu meluncur ke tujuan pertama membeli kelengkapan demi tersajinya Steak ala Bu Kanjeng.

Jalan lengang menuju Superindo terdekat. Bu Kanjeng kecewa saat tiba disana. Matanya tertuju pada tagline merah yang menginformasikan buka pukul 11.00 tanpa parkir lanjut ke Hypermart hanya untuk mendapatkan daging giling dan bawang bombay. Ternyata juga sama pukul 11.00 baru buka. Ahay masih ada satu harapan, Pasar Tradisional Kadipolo yang baru selesai direnovasi. Ya perkiraan Bu Kanjeng tepat. Di pasar itu apa yang dicari tersedia. Alhamdulillah.

Setelah sampai di rumah anaknya say helo dan ikuti protokol masuk rumah ala melawan Covid 19. Bu Kanjeng masuk dapur. Dengan dibantu mantu dan anaknya 7 piring Steak ala Bu Kanjeng tersaji. Azan dzuhur terdengar. Disepakati selesai salat baru acara makan bersama dengan jaga jarak. Dua porsi diantar ke rumah besannya 5 porsi dimakan bersama dengan jaga jarak. Sungguh ini terlihat aneh dan kurang etis. Itulah kenyataannya.

Selesai makan Bu Kanjeng baru sempat buka hape, ternyata sudah ditunggu keluarga Prakoso. Bu Kanjeng pun berpamitan dan lanjut ke tujuan utama yaitu " Silaturahmi dan mengantar anaknya belajar bareng plus pinjam catatan. Sebenarnya melalui online bisa. Tetapi sang anak maunya offline.

Sampai di halaman rumah Prakoso, hand sanitazier menyambut mereka. Langkah pencegahan terpapar Covid 19 sesuai prosedur yang berlaku. Ribet? Ya tidak. Memang menjaga kebersihan itu penting. Ibu dengan ibu bertamu dengan jaga jarak. Anak dengan anak belajar offline pun jaga jarak.

Kegiatan pun tidak panjang lebar. Singkat padat berisi. Saatnya memang tidak tepat. Jadi banyak ritual bertamu yang dibuang. Metik rambutan di kebun belakang, dan berselfie ria. Begitu acara bertamu di zaman Karantina Wilayah dan Imbauan Diam di Rumah.

Dengan hati riang walaupun menerjang gerimis di jalan tak menghalangi mereka pulang. Bu Kanjeng pun bahagia, merasa ada yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah apa yang sudah dilakukan hari ini.

#Stay at home
#Makan bareng keluarga
#Ikhtiar mencari ilmu
#Melawan Covid 19
#Soloraya 29 Maret 2020

Bersambung

Comments

  1. Dhuuuh....serasa ngikutin Bu Kanjeng di belakangnya...cuma sayang nggak dikasih steaknya...😍😍
    Salam buat keluarga dan besan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk kita buat di Wonosobo pakai kecap spesial itu. Makasih sdh berkunjung

      Delete
  2. Dimakan bersama jus jambu nya ya Bu Kanjeng agar Vit C nya bertambah, melawan corona

    ReplyDelete
  3. Siip ibu..bagi bagi menunya bu buat mkn siang kami..πŸ‘Œ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Steak jawa yang mumer Bisa eksekusi bahan yang adululua di kulkas

      Delete
  4. Klo di buat komik strip bs tmbh bagus bu...�� sanggarghinaa orlin.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Wah bagus sekali tulisannya. Mjd iri aku lanjut nukisnya. cakinin.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. Subhanallah.semua sisi selalu terpotret apik dan ciamik ya bund...apalagi steaknya, jadi pengeeen

    ReplyDelete
  7. Luar biasa aktivitasnya Bun. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan dilindungi Allah Swt....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin YRA.Tercurah doa yang sama untuk Pak CG sekeluarga ya

      Delete
  8. Enak ikuti alur ceritanya bun..apalagi kalau di kasih resep steaknya pasti lebih gurih he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh Nanti ada tulisan khusus tentang resep yg biasa saya masak ya

      Delete
  9. Seneng kumpul anak, mantu, cucu, dan kunjung ke besan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Bu, selesai mask,bsajikan santap beesama.Capeknya teebayar

      Delete
  10. Replies
    1. Alhamdulillah diberi kesempatan mengisi hari Ahad dengan berbagi

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

JADILAH PEREMPUAN HEBAT TANPA MELUPAKAN KODRAT