KARANTINA WILAYAH MEMBUAT ORANG SUSAH (9)








Sri Sugiastuti

Suasana sepi sangat terasa karena adanya karantina wilayah. Suka tidak suka Bu Kanjeng harus menjalani hidup di tengah galaunya dunia melawan corona. Seakan tak percaya tetapi nyata. Banyak orang yang sebelumnya merasa jumawa akhirnya merana termakan dia punya wacana.

Sementara Bu Kanjeng tetap berpikir dan hatinya ditata agar tidak terjungkir. Dengan penuh keyakinan setelah ada kesusahan pasti ada kemudahan. Di media yang begitu full informasi jadikan hati kadang sedih. Ketika membaca dunia berjatuhan korban karena wabah.

Bu Kanjeng berusaha tetap tenang. Diikutinya semua berita yang berkembang. Prediksi para ahli  bahwa pada tanggal tertentu bila tidak patuh akan banyak yang tumbang. Tentu saja ini membuat hati merasa gamang. Orang yang biasa hidup teratur dan nyaman, akan terkaget-kaget dengan keadaan yang taka man.

Nitizen atau warganet yang nyinyir mulai menyalahkan berbagai kebijakan pemerintah. Yang  Menkesnya ngga becus lah, Presiden lambat bertindak, sampai juga kecaman untuk anggota dewan rakyat yang adem ayem saja tanpa action. Sementara dampak dari karantina wilayah semakin membuat orang susah

Dengan kaca mata 5 dimensi Bu Kanjeng menerima dan membaca banyak curhat. Kenyataan ini  membuat Bu Kanjeng semakin prihatin. Ia berusaha menampung curhatan itu. Ada PKL gorengan yang biasanya beromset 600-800 ribu setiap hari, karena tidak jualan, pendapatan hilang. Pedagang itu pun penyakit asam lambung naik disebabkan ia banyak berkeluh kesah, tidak bisa menerima kenyataan sehingga rasa kecewa pun  berkepanjangan.  Andai iabisa menerima kenyataan dan mau memanfaatkan uang tabungan yang dimiliki, dan tetap bersyukur pada Ilahi, pasti pikirannya tidak terbebani, dan tetap sehat jasmani rohani.

Bu Kanjeng menyimak curhat pemilik warung tempat ia sering belanja pun mengeluh sepi, karena kehilangan pelanggan. Oh Corona  ternyata kiprahmu membuat dunia semakin kisruh. Hampir di semua lini merasakan pandemi ini. Bu Kanjeng cuma punya empati dan berusaha untuk berbagi, dengan apa yang dimiliki. Sejimpit beras, sesendok gula atau secanting minyak goreng. Itu pun hanya untuk tukang sampah, lansia yang sudah jandayang memang perlu dibantu.

Bu Kanjeng juga iba hatinya, saat terpaksa masuk pasar karena stok sereh dan empon-emponnya habis. Di koridor pasar yang sepi, cabe merah dan rawit dijemur, sementara aroma busuk aneka sayuran menusuk hidungnya.Walaupun Bu Kanjeng sudah pakai masker masih tembus aroma busuk itu. Terbayang bagaimana sayuran itu didatangkan sampai di pasar. Petaninya, angkutannya, kuli pikulnya dan daya beli tidak ada. Akhirnya pedagang lesu, petanipun pilu.

Pemandangan lain saat Bu Kanjeng mengantar anaknya dan melewati jalan yang biasa dipenuhi pedagang buah, ya tetap sepi. Dari mulai kios durian, aneka buah hingga kelapa muda, semua sepi. Kira - kira kalau tidak terjual larinya kemana ya? Daya beli yang rendah, aktivitas yang berkurang, karena usaha pemerintah memotong penyebaran virus Covid 19. Merebaknya berita kian hari kian bertambah. Semua itu membuat orang yang mau berpikir pasti hatinya diliputi harapan agar pandemi ini segera berlalu.

Bu Kanjeng ingin berbuat sesuatu sesuai kemampuan yang dimiliki. Ia punya banyak komunitas yang mengajarkan Bu Kanjeng untuk menjaga komitmen yang sudah sepakati.  Ketika ada ajakan berbuat  baik di saat yang tidak kondusif, ia pun  menyambutnya dengan gembira. Kadang ia iri saat melihat seorang penguasa Katering  walaupun sudah sepuh bisa berbagi dengan apa yang dimiliki. Ia rela mengeluarkan tabungannya setiap haridalam jumlah yang besar untuk membantu saudaranya yang ada di pinggirjalan menunggu penumpang. Ya nasib kaum duafa semakin terlunta-lunta bila titak dibantu.

Tentu saja Bu Kanjeng punya kelas tersendiri sesuai dengan kemampuannya. Ia mengajak orang lain untuk berbagi maka contoh yang sudah dilakukan bisa dicontoh saudara  yang lain. Memang tidak seberapa bila dibandingkan dengan si bapak yang ada videonya lalu viral. Orang itu membagikan beras 5 kg plus uang 100 ribu rupiah. Siapa yang tidak ingin jadi ahli sedekah seperti itu.

Melihat dan memperhatikan contoh yang baik hati Bu Kanjeng terketuk. Apalagi kiprah anaknya sebagai Relawan di salah satu komunitas kemanusiaan yang selalu ingin berbagi dengan cara yang unik. Ternyata tidak semua orang egois dan tak peduli dengan pandemi Corona saat ini.

Ada dua group komunikas yang diikuti dan selalu mengajak untuk berbagi. Bu Kanjeng bangga punya sahabat yang hatinya terketuk dan semangat berbaginya luar biasa. Hanya dikordinir lewat group WA sembako untuk berbagi bermunculan. Tanpa menunggu lama sembako itu sudah sampai kepada yang berhak menerima.

Tak terasa kebijakan untuk stay at home dan work from home  diperpanjang. Artinya ya harus siap dengan suasana ini dan jangan pernah  berpikir negatif. Bu Kanjeng berusaha menikmati yang ada di depan mata dan tidak lupa berbagi. Pada prinsipnya  apa yang kita lakukan akan kembali kepada si pelaku itu sendiri. Jadi jangan ragu untuk berbagi.

#Soloraya, 02042020
#Berbagi itu indah
#Dunia melawan Corona
#Tetap optimis

Bersambung

Comments

  1. Alhamdulillah, ikut bersyukur. Semangat terus Bunda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insyaallah semoga diberi kesehatan dan kemampuan untukterus berbagi

      Delete
  2. Semangat berbagi Bu Kanjeng. Semoga bisa terus berliterasi. Sehat selalu. Corona segera berlalu

    ReplyDelete
  3. Semangat berbagi Bu Kanjeng. Semoga bisa terus berliterasi. Sehat selalu. Corona segera berlalu

    ReplyDelete
  4. MasyaAllah ide kreatif bu Kanjeng sangattt menginspirasi sy unt terus menulis membantu inspirasi banyak orang, terusss lanjutkann

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insyaallah diberi kemudahan dalam berbagi dan berkarya
      Aamiin YRA

      Delete
  5. MasyaAllah, semoga Allah membalasnya. Semangat untuk bernagi bunda😍

    ReplyDelete
  6. Aamiin YRA
    Tercurah doa yang sama untuk bisa berkarya dan berbagi

    ReplyDelete
  7. Barokallah bunda. Semoga kita semua bisa terus berbagi. Dan saling motivasi untuk berpikir positif. Memang bagi sebagain masyarakat sangat real dampak yang dirasakan. Semoga selalu sehat menebar kebaikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin YRA. Terima kasih sudah berbagi disini. I love you

      Delete
  8. Wow kereeen.. Luar biasa Bu Kanjeng.. Terima kasih.. Sangat menginspiras

    ReplyDelete
  9. Semoga segala upaya yang dilakukan mendapat rida dan petunjuk Allah Swt. Sehingga wabah corona ini segera berlalu...

    ReplyDelete
  10. Berbagi meski seolah tak berarti. Semoga Allah tetap beridai...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

AWAS PENIPUAN ONLINE SAAT PANDEMI (30)