BERLITERASI DAN BERJEMUR (6 )




Sri Sugiastuti

Matahari masih bersinar tak ingkar janji. Walau dikabarkan Merapi erupsi. Hal ini tak berdampak di tempat Bu Kanjeng. Situasi semi clockdown masih terasa. Memasuki minggu ke tiga berjalan terasa lambat. Di benak Bu Kanjeng, masih terlintas antara percaya dan tidak percaya dengan berbagai kebijakan dan berita yang simpang siur di medsos maupun TV. But the show must go on walaupun larangan salat jumat di masjid diberlakukan ini  satu kejadian yang langka. Tak heran bila pro kontra bermunculan.

Hari Jum'at kemarin Bu Kanjeng masih setia datang ke sekolah yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia bisa berjemur sejenak di halaman sekolah. Fasilitas gratis dari Allah yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatannya dinikmati. Sambil membaca postingan di WA tak terasa sinar mentari yang tembus di punggung dan pinggangnya,  dinikmati dengan suka ria. Kehangatan sinar mentari pagi memang tiada tara.

Usai berjemur, ia asyik dengan tabletnya dan mulai mengikuti Arisan Puisi yang digelar sohibnya dari Surabaya. Hanya diminta berbagi kalimat indah dengan tema Indahnya Negeri Bumi Pertiwi. Bermunculan untaian kalimat indah dari para pemuja aksara indah. Ternyata sambil berjemurpun ia bisa berkarya. Jadi nikmat Allah manakah yang kau dustakan.

Begitu juga saat ia membuka group Asosiasi Pegiat Literasi Nusantara, ada puisi indah dari Pak Doktor Marjuki yang sedang galau tingkat dewa. Puisi yang mengalir dari buah pikir yang yang tersihir bak disambar petir. Bu Kanjeng dibuat terkagum sejenak. Terbersit di benaknya  sambil sedikit terbelalak, inikah refleksi jiwa merana karena corona.

Semakin diikuti semakin gencar. Para pendekar APLN mulai terpapar. Virus untaian cetar tentang corana bak halilintar. Tar tar berlanjut dan bergelayut dari satu tema ke makna rasa duka tak berdaya dalam asa.  Begitulah corona memporakporandakan rencana yang sudah ada.

Bu Kanjeng yang biasanya lugas dan hanya sebagai penikmat puisi berusaha agar bisa menata kata hingga bermakna penuh pesona. Duhai angan yang selalu berpikir dan berzikir, ingatlah dunia ini tempatmu berkelana, ada saatnya kau akan kembali ke haribaan-Nya dengan bekal  yang kau punya.

Batinnya terus bersenandung agar mendung yang bergelantung segera pulang kampung. Bu Kanjeng pun dalam mematuhi larangan itu tetap tawakal dan optimis. Badai pasti berlalu, dan ia yakin itu.

Ketika jarinya digerakkan Allah membuka video yang terkirim padanya, ada  yang membuat Bu Kanjeng menangis tersedu dan sesak napasnya. Video yang merekam saat ustadz di Palestina ikut mendoakan Indonesia agar terhindar dari virus corona dan musibah yang lain. Bu Kanjeng ikut mengamini doa panjang yang dilantunkan itu. Ia pun rela menahan rasa laparnya.

Sementara gunung Merapi ikut erupsi juga bisa disaksikan dari kiriman temannya di Boyolali. Merapi mengapa kau pun sibuk cari perhatian? Bukankah kau tahu bangsa ini sedang berduka dan berjuang melawan corona. Bu Kanjeng mengajak Merapi bicara.

# Soloraya Maret 2020
#Dunia Melawan Corona
#Berpuisi bersama PLN
#Ikhtiar sehat dengan Berjemur
# Stay at home

Bersambung

Comments

  1. Merapi hendak merayapi tapi matahari telah terlebih dahulu merayapi tubuh para penjemur.

    mantap

    ReplyDelete
  2. terpancing jiwaku tuk memujamu
    yang selama ini beku
    kau tarik dalam virus buku
    sungguh bidadari mengusik kalbu
    ku jadikan sosok guru abadiku

    kau tanamkan sendi keindahan
    kau kenalkan untaian kata keabadian
    ntuk menggapai kemuliaan
    dalam percaturan kehidupan
    maafkan andai kelancangan
    mengganggu ibadah dan kesibukan
    hasrat sekedar menyampaikan
    ucapan beribu-ribu terimakasih dan ampunan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untaian kalimat indah pemantik diri untuk berlari mengejar mimpi dan terus mengabdi untuk bisa berbagi .Terima kasih untuk apresiasi tertinggi yang sudah diberi

      Delete
  3. Hebattt Buuu. Tetap aktif berkarya dlm situasi apapun.

    ReplyDelete
  4. Sangattt luarrr biasa tulisannya mengalir bak air sungai mengalir sampai ke hilir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berusaha bercerita apa adanya dan terus belajar dari komunitas yang ada

      Delete
  5. Diam dirumah bukan berarti tak bisa produktif ya mbak. Terbukti dengan tulisan inspiratif ini. Makasih sdh shate

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung. selamat juga untuk hadiahnya dari Omjay dkk

      Delete
  7. Semoga Bu Kanjeng sehat selalu dan makin sembangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin YRA. Terima kasih. Tercurah doa yang sama untuk kita semua

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

AWAS PENIPUAN ONLINE SAAT PANDEMI (30)