COVID 19 AJANG UNTUK BELAJAR MANDIRI ( 28 )




Sri Sugiastuti

Bila dunia ini panggung sandiwara maka minta lah pada  sutradara untuk diberi keistikamahan agar dekat dengan-Nya. Siapakah sutradara yang mengatur dunia dan seisinya? Dia lah Allah SWT dengan segala Hak yang dimiliki-Nya.

Bu Kanjeng terpana dengan kalimat yang keluar dari salah satu teman anaknya dalam sebuah closing statement di acara Ngobras yang mereka gelar tiap pukul 05.00 hingga pukul 06.00. Selama bulan Ramadan. Mereka alumni MAN IC  Serpong 4 tahun lalu tapi masih sangat kompak membangun komunitas kebersamaan untuk saling berbagi ilmu.

Tiap hari ada tema khusus yang mereka usung untuk didiskusikan. Keberadaan mereka yang ada di Jepang, Inggris, di Pondok pesantren, Jakarta dan di wilayah lain bukan halangan untuk bisa berbagi ilmu yang mereka miliki.

Bu Kanjeng yang beberapa kali sempat nguping dan ikut menyimak di acara mereka sangat bangga dengan anak muda yang penuh semangat bisa mengamalkan Al Quran dalam kehidupannya sehari hari. Yang calon diplomat dan ambil S2 di Oxford dengan isi otaknya yang brilian bisa menjabarkan bagaimana sebaiknya hidup di era digital ini.

Acara yang mereka kemas sebagai bukti bahwa tidak semua anak muda saat ini pesimis. Masih banyak yang memiliki mimpi untuk bisa membangun Indonesia agar lebih baik. Mereka memang anak-anak yang sejak awal dipersiapkan orang tuanya bisa sukses dunia akhirat. Mereka yang ketika di MAN IC saat itu beasiswa bisa juga berburu beasiswa kuliah di luar negeri.

Dalam situasi covid-19.Mereka yang kuliah semester akhir di kedokteran banyak juga mengedukasi dan berbagi pengetahuan tentang virus itu. Bu Kanjeng tentu saja ikut bangga. Ternyata generasi milenial juga punya visi misi ke depan yang luar biasa. Mereka paham apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pandemi ini.

Sementara Bu Kanjeng masih melihat kaum muda yang tidak peduli dengan aturan Pemerintah saat hadapi Pandemi. Mereka masih nongkrong dan beraktivitas yang tidak jelas. Dianggapnya hal ini tidak serius.

Kasus pemuda yang membagikan bingkisan berupa sampah jadi satu peristiwa yang mencoreng nama baik pemuda. Kegiatan iseng itu berakibat fatal. Pelaku harus sembunyi dari kejaran aparat dan akhirnya terjerat hukum. Kadang saat mereka melakukan sesuatu tidak memikirkan akibatnya di kemudian hari.

Prilaku pemuda yang diharapkan saat ini adalah pemuda yang bisa menatap masa depannya dengan gemilang, tahan banting, bisa mengambil peluang yang ada dengan mengandalkan otak dan akhlak. Pemuda yang berbakti kepada orang tua dan memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan.

Berada di tengah covid 19 harus diyakini bisa jadi ajang untuk lebih mandiri dan introspeksi. Hadapi yang ada di depan mata, gunakan solusi yang terbaik. Jangan lupa minta pada "Sutradara " agar diberi peran yang bisa dijalani dengan ikhlas. Kuncinya ya Sabar Syukur dan Ikhlas.

#Catatanharianbukanjeng
#Soloraya13052020
#Ramadanharike19
#Duniamelawancorona

Comments

  1. Hebaaaat ... Alhamdulillah ada anak2 muda yang tetap memilih terus utk saling belajar... Bangga ...dan tenang kita melepaskan estafet...jika banyak anak muda seperti ini.. InsyaAllah Indonesia akan menjadi negara besar yg tetap berpegang teguh pada agama Allah SWT...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin YRA. Smg Rafi.juga semakin semangat dan sukses dunia akhirat ya

      Delete
  2. Tulisannya selalu menginspirasi bun..

    ReplyDelete
  3. Salut dengan bu Kanjeng...selalu bi happy dalam setiap langkah...sukron bude Kanjeng ilmunya sangat bermanfaat...Alhamdulillah bikin hati jadi adem dalam istiqomah cinta...

    ReplyDelete
  4. Menjalani peran dengan ikhlas. Betul-betul kunci jawaban dari kegalauan. Bunda so inspiring 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba Dian sejatinya kalau kita mau mengambil pelajaran dari yamg kita hadapi.semua akan baik2 saja

      Delete
  5. Bu Kanjeng dengan segala hikmah yang ditebarkan

    ReplyDelete
  6. Tampilan dan isi sangat menggoda iman

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

JADILAH PEREMPUAN HEBAT TANPA MELUPAKAN KODRAT