ANEH TAPI NYATA (3)



Oleh : Sri Sugiastuti



Caption di  awal tulisan ini memang menguundang tawa. Pernyataan atau meme itu sungguh menggelitik karena identik dengan kenyataan yang ada saat ini. Saat dunia melawan corona. Dan banyak hal-hal aneh yang dirasakan manusia saat ini

Sejak kota Solo dinyatakan KLB tanggal 14 Maret 2020 karena ganasnya virus Covid 19. Bu Kanjeng dalam menyikapi antara percaya dan tak percaya. Pekerjaan sekolah yang di depan mata berseliweran. Ada UNBK yang ditunda, ada Ujian Sekolah yang dilaksanakan secara online, juga siswa yang harus belajar di rumah. Semua perintah dan kesepakatan itu dijalani.

Kegiatan harian jadi terasa aneh. Tiap pagi setor jari untuk finger print, ditiadakan. Berdiri di depan gerbang menyalami siswa yang datang dilarang karena mereka harus diam di rumah. Menerima tamu dan say helo dengan cipika cipiki sesama muslimah pun dihindari.

Virus Covid 19 yang dianggap tidak bakal menyerang orang Indonesia yang mayoritas Islam identik dengan kebersihan akhirnya terpatahkan. Entah bagaimana awalnya si virus itu sampai juga ke Indonesia dan berulah hingga saat ini korban mulai berjatuhan hampir merata di seluruh Indonesia.

Virus yang penyebarannya unik dan bisa bersarang di tubuh orang yang sehat lalu berpindah ke tubuh orang yang kondisinya lemah. Membuat banyak kegiatan yang mendatangkan kerumunan, dan keramaian dilarang. Termasuk kegiatan ibadah. Hal ini sangat membingungkan betapa dahsyatnya dampak wabah Covid 19.

Bu Kanjeng yang tiap hari mengikuti langkah kebijakan Pemerintah dan mengamati masyarakat sekitar dibuat heran. Karena pemahaman tiap individu memang berbeda. Bu Kanjeng yang tinggal di kelas menengah ke bawah masih melihat tetangganya yang menggelar ganjaran dan mengundang banyak orang.

Bu Kanjeng sendiri lebih suka mengikuti aturan yang ada. Setiap hari masih dalam pantauan belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Bahkan isue yang paling mengkhawatirkan himbauan diam di rumah diperpanjang. Padahal bulan Syaban atau Ruwah sudah dekat artinya Ramadanpun segera tiba. Bulan yang dinantikan umat Islam sedunia.

Ingat Ramadan Bu Kanjeng ingat. Tabungan. Ia lebih suka menyiapkan lebih awal apa yang jadi kewajibannya di bulan Ramadan. Ia pun konfirmasi ke pengurus Pengajian yang mengelola tabungan cukup difoto buku tabungannya dan uang ditransfer. Dengan hati riang Bu Kanjeng mencuri star.

Bu Kanjeng tidak membeli barang- barang yang dibatasi pembeliannya. Memang di pusat perbelanjaan itu stok gula pasir tidak ada. Minyak goreng, mie instan dan beras pembeliannya dibatasi. Mungkin dikhawatirkan ada orang yang ingin mengambil kesempatan untuk menimbun barang. Sedangkan kepentingan Bu Kanjeng hanya ingin membuat hatinya tenang karena lebih puas berbagi makanan daripada uang.

Sebenarnya ia tidak perlu ribet, kalau mau pesan tinggal telpon barang diantar. Tetapi nama perempuan kalau tidak memilih barang dan membandingkan sana sini mereka tidak puas. Pada akhirnya niat mau ngirit malah ngorot. Uang sudah bertukar dengan barang dan segera diamankan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk didistribusikan kepada yang berhak.

Bu Kanjeng lega salah satu hajatnya sudah tertunaikan di weekend kali ini. Ya saat himbauan diam di rumah ia bisa nyicil satu pekerjaan. Ia berjanji setelah ini akan mematuhi himbauan diam di rumah. Stay at home guys

Eh sepertinya tetap masih ada yang kurang. Artinya besok ia harus melengkapi kekurangan itu. Kebutuhan manusia selalu saja tak pernah berhenti. Muncul lagi muncul lagi.  Wes pokokmen Slaman Slumun Slamet

Semoga jeda tiga minggu tidak membuat Bu Kanjeng mati gaya. Karena ia tetap harus masuk sekolah dan melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan tanggungjawabnya sebagai pendidik.

#Dunia Melawan Corona
# Soloraya 20032020
#Jangan pernah Mati Gaya
#Aneh tapi Nyata

Bersambung

Comments

  1. Waah sama Bu, di lingkungan saya pun, masyarakat nya masih banyak yang berseliweran meski sudah ada yg ODP. Hihihi ....

    Sila berkunjung juga ya Bu Kanjeng jika berkenan dan ada waktu ke :
    dittawidyautami.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Apa kita tinggal berdampingan ya bu? 😊Kok sama dengan yang saya alami. Masyarakat masih banyak yang tidak peduli dengan anjuran pemerintah untuk stay at home.

    ReplyDelete
  3. Apa kita tinggal berdampingan ya bu? 😊Kok sama dengan yang saya alami. Masyarakat masih banyak yang tidak peduli dengan anjuran pemerintah untuk stay at home.

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Tahun 2020 kita masih belajar cara cuci tangan yang benar ya

      Delete
  5. Salam kenal bu kanjeng...top pokoknya

    ReplyDelete
  6. Semangat, Bu Kanjeng... Salam sehat. Stay at home

    ReplyDelete
  7. Betap pentungnya kita merancang pembelajaran jarak jauh yg menyennagkan siswa. Di sinilah kreativitas guru teruji

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali omjay walau kesadaran guru masih di bawah target

      Delete
  8. Yth Bapak dan Ibu Peserta belajar Menulis, Mohon tuliskan alamat link blog anda ke bagian komentar tulisan ini, https://membangunpersonalbranding.blogspot.com/2020/04/inilah-proses-menulis-dan-menerbitkan.html

    ReplyDelete
  9. Mantabs suratabs. Lanjut, b hajjah.

    ReplyDelete
  10. Wowww di mana-mana ada samanya ya. Banyak yg tak taat aturan. He33

    ReplyDelete
  11. Deskripsi yg bagus. Kayaknya lebih akrab dengan Corona. Semoga Corona segera lenyap setelah diketahui jati dirinya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

CORONA MEMBAWA DUKA (24 )

CATATAN EDITOR DAN APRESIASI

JADILAH PEREMPUAN HEBAT TANPA MELUPAKAN KODRAT